Teknik Latihan Teater (Teknik Olah Tubuh, Olah Suara, dan Olah Pikir)

Teknik Latihan Teater (Teknik Olah Tubuh, Olah Suara, dan Olah Pikir)-Teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teateradalah proses pemilihan teks atau naskah, penafiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton, pengamat, kritikus atau peneliti).
Kita tentunya perlu memiliki ilmu tentang teknik-teknik teater kan, kita perlu mengolah tubuh kita supaya lentur, mengolah suara supaya suara kita bagus saat bernyanyi, mengolah pikiran kita supaya kita bisa berfikir dengan baik. Seni teater berhubungan erat dengan seni peran. Tubuh merupakan sumber peran yang tidak terbatas. Misalnya, dengan wajah, dapat mengekspresikan kesedihan; dengan mulut, kamu bisa berteriak; dan dengan tangan, bisa menari. Agar segala tuntutan dari sutradara ataupun naskah dapat diperankan, seorang pemain teater mutlak harus menguasai teknik latihan peran.
Selanjutnya dalam artikel ini saya akan membagikan sedikit ilmu untuk anda semua tentang Teknik Latihan Teater (Teknik Olah Tubuh, Olah Suara, dan Olah Pikir), selamat belajar.

BacaJuga:

√ Penjelasan Tari Topeng Malangan Kesenian Tradisional dari Malang, Jawa Timur


Teknik Latihan Peran

1. Teknik Olah Tubuh
Setiap orang memiliki bentuk dan karakteristik yang berbeda. Ada tubuh yang bentuknya tipis, kekar, persegi, dan sebagainya. Ada yang beranggapan bahwa orang yang bertubuh ramping lebih lentur daripada orang yang bertubuh gemuk. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bisa saja orang yang bertubuh gemuk lebih lentur daripada orang yang bertubuh ramping. Bagi pelaku teater, tubuh harus diolah atau dilatih agar tidak kaku saat berperan di atas panggung. Sebelum melakukan latihan, sebaiknya perhatikan denyut nadi terlebih dahulu untuk mengetahui kerja jantung dalam memompakan darah ke seluruh tubuh. Kamu dapat menghitung denyut nadi yang ada di leher atau di pergelangan tangan dalam. Penghitungan denyut nadi yang ada di pergelangan tangan lebih dianjurkan untuk menghasilkan perhitungan yang tepat. Cara menghitung denyut nadi yang ada di pergelangan tangan yaitu dengan meletakkan jari tengah di atas pergelangan tangan dalam dengan ibu jari atau jari jempol Penghitungan dilakukan selama enam detik dan hasilnya dikalikan sepuluh, atau penghitungan dilakukan selama sepuluh detik dan hasilnya dikalikan enam. Perhitungan denyut nadi ini disebut dengan perhitungan denyut nadi sesuai umur peserta latihan. Adapun denyut nadi maksimal yang dapat dicapai dapat diketahui dengan mengurangi angka 220 dengan jumlah umur. Apabila denyut nadi kurang dari 100 denyut per menit, sebaiknya melakukan jalan cepat atau loncat-loncat selama lima menit sampai mencapai denyut nadi 100 denyut per menit yang merupakan batas terendah denyut nadi yang aman untuk melakukan latihan. Setelah mencapai denyut nadi latihan, latihan olah tubuh siap dilaksanakan dengan latihan pemanasan. Pola-pola latihan yang bisa pelajari dari pola yang telah ada. Misalnya, pola olahraga atau bisa kamu buat sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Teknik Latihan Teater (Teknik Olah Tubuh, Olah Suara, dan Olah Pikir)
Teknik olah tubuh dibedakan menjadi 2,yaitu:

a. Latihan Olahraga Fisik.
Latihan ini bertujuan untuk melatih kekuatan dan kelenturan serta daya tahan tubuh dan koordinasi gerak tubuh. Latihan ini bisa dimulai dari bagian wajah, yaitu menggerakan bagian wajah. Hal ini berguna untuk melatih mimik wajah. Kemudian, latihlah gerakan tangan supaya luwes. Latihannya bisa seperti latihan menari. Selanjutnya, teruskan latihan ke arah tubuh dan bagian kaki. Setelah semuanya dilatih dengan baik, koordinasikan semua gerakan dalam satu rangkaian gerakan menggunakan iringan musik (seperti menari). Teruslah berlatih agar suatu saat tubuh kamu akan lebih baik. Tentunya latihan tersebut harus ditunjang dengan penguasaan gerakan yang baik.

b. Latihan Rangkaian Gerakan
Setelah latihan umum dikuasai, langkah selanjutnya adalah latihan gerakan yang ditentukan sesuai permintaan. Jenis latihan ini lebih spesifik. Contohnya latihan gerakan lemah gemulai, posisi tubuh ketika terkejut atau mengekspresikan kebahagiaan, posisi tubuh jika sedang marah, dan sebagainya.

2. Teknik Olah Suara
Suara adalah unsur yang sangat penting dalam berteater. Suara yang baik akan mampu mengekspresikan karakter tokoh yang dimainkan. Jenis suara tiap orang berbeda-beda, tetapi di dalam teater dituntut untuk bisa menirukan suara sesuai tokoh yang diperankan.
Berolah suara tidak hanya terbatas pada jenis karakter tertentu. Misalnya, suara berat, ringan, halus, mendesah, berteriak, melenguh, menangis, dan membentak saja. Akan tetapi, berolah suara dalam teater lebih kompleks lagi. Seorang pemain juga dituntut untuk bisa menirukan dialek (logat bicara), harus benar dan tepat dalam membaca teks, harus bisa menyanyi, dan harus pandai mengolah suarasuara alam. Semua kemampuan vokal itu memerlukan latihan yang keras dan disiplin yang tinggi karena akan bermanfaat ketika bermain teater kelak. Pengucapan kata dengan baik dan benar sesuai konteks sehingga setiap huruf, kata, dan kalimat yang diucapkan dapat didengar dan dimengerti dengan jelas oleh penonton. Hal ini akan memberi nilai tambah pada keberhasilan pementasan teater. Sebagaimana latihan olah tubuh, latihan olah suara pun memerlukan pemanasan terlebih dahulu. Fungsi pemanasan ini yaitu mengendorkan otot-otot organ produksi suara. Latihan pemanasan olah suara diawali dengan senam wajah, senam lidah, dan senam rahang. Pedoman latihan olah suara yaitu sebagai berikut.
 

a. Konsentrasi dan sadar pada pekerjaan. Kesadaran ini akan memicu kepada ingatanmu.
b. Santai dan lakukan pengulangan-pengulangan dalam latihan ini karena otototot organ tubuh bukan suatu hal yang mekanis, melainkan lebih bersifat ritmis.
c. Hindari ketegangan dan lakukan segala sesuatu dengan wajar secara alami.
d. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, jangan lakukan latihan secara terburu-buru. Beri kesempatan otot-otot dan persendian untuk menyesuaikan perintahmu.
e. Lakukan semua latihan ini secara bertahap, mulai dari tempo lambat sampai dengan tempo cepat.
Teknik Latihan Teater (Teknik Olah Tubuh, Olah Suara, dan Olah Pikir)
3. Teknik Olah Pikir
Seorang pemain teater memiliki kecerdasan tersendiri. Ia harus mampu memerankan suatu peran yang kontradiktif dengan dirinya. Contohnya, peran orang gila. Dengan peran tersebut, pemain harus menunjukkan bahwa ia tidak normal, cara bertingkah laku orang gila, bertutur kata sekenanya, gerakan tubuh sedang berdiri, duduk, mimik wajah sedih, bingung, dan marah.
Peran suatu tokoh itu membutuhkan sebuah pendalaman jiwa, yaitu konsentrasi. Konsentrasi dapat dikuasai dengan cara memusatkan seluruh pikiran dan perasaan pada peran tersebut.
Teknik Latihan Teater (Teknik Olah Tubuh, Olah Suara, dan Olah Pikir)
Mungkin itu saya yang dapat saya sampaikan mengenai materi Seni Bud

Artikel Lengkap Macam - Macam Teater Di Nusantara

Macam - Macam Teater Di NusantaraTeater dalam arti luas ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Teater dalam arti sempit adalah drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media : Percakapan, gerak dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian, tarian, dan sebagainya. Teater merupakan media komunikasi langsung yang djadikan wahana penting dalam menyebarkan kebudayaan. Teater terkadang mengisahakan tragedi yang begitu menyedihkan yang terkadang memaksa penonoton untuk terhanyut turut menangis, akan tetapi ada juga teater yang bisa membuat penontonnya tertawa lebar.
Istilah teater berasal dari kata Theatron, yang artinya "tempat di ketinggian" sebagai tempat meletakkan sesajian persembahan bagi dewa pada zaman Yunani Kuno. Sedangkan dalam KBBI, teater adalah gedung atau ruangan tempat pertunjukan sandiwara, film. Namun pengertian tersebut berkembang yang kemudian teater tidak hanya berarti tempat, tetapi diartikan lebih luas menjadi segala hal yang dipertunjukkan di depan orang disebut teater. Teater adalah seni drama yang merupakan penampilan perilaku manusia dengan gerak, tari, dan juga dalam nyanyiannya terdapat dialog serta akting pemain. Dalam sejarahnya, Yunani tercatat sebagai bangsa pertama yang mengembangkan teater, tepatnya sekitar 2.500 tahun yang lalu.

Nahhh,,,.Untuk mempelajari lebih lanjut anda bisa mempelajarinya sendiri lewat artikel yang saya buat mengenai Macam - Macam Teater Di Nusantara dibawah ini.
 
 

Macam - Macam Teater Di Nusantara

Teater Nusantara mencakup seni pertunjukan teater tradisional dan teater modern di wilayah Nusantara dan memiliki jenis yang bergam. Jenis teater Nusantara sangat bervariasi. Hal ini disebabkan unsur-unsur pembentuk teater berbeda-beda tergantung dari kondisi dan sikap budaya masyarakat, tata cara dan adat, sumber teater, struktur geografis, orientasi kelompok teater, dan sebagainya. Keberanekaragaman jenis karya seni teater Nusantara merupakan kekayaan teater Indonesia yang sangat layak kita lestarikan.
Berikut ini beberapa jenis teater Nusantara yang ada di bumi Indonesia.

1. Teater Tradisional

Jenis teater nusantara yang pertama adalah teater tradisional yang merupakan teater yang berkembang di kalangan budaya etnik (suku bangsa) Indonesia. Teater tradisional dimulai sejak sebelum zaman Hindu. Pada saat itu terdapat tanda-tanda unsur-unsur teater tradisional banyak digunakan untuk mendukung upacara ritual. Teater tradisional merupakan bagian dari suatu upacara keagamaan ataupun upacara adat-istiadat dalam tata cara kehidupan masyarakat kita. Jenis teater tradisional biasanya dipertunjukkan secara improvisasi (tanpa naskah) dan bisa dipentaskan di sembarang tempat. Proses munculnya teater tradisional di Indonesia sangat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lainnya.
Hal ini disebabkan karena unsur-unsur pembentuk teater tradisional itu berbeda-beda, tergantung kondisi dan sikap budaya masyarakat, sumber, dan tata-cara tempat teater tradisional tersebut lahir. Berbagai jenis teater tradisional Indonesia antara lain: Makyong, Randai, Mamanda, Arja, Cepung, Wayang, Lenong, Drama Raja Longser, Tarling, Ketoprak, Srandul, Kentrung, Ludruk, Ketoprak, Dulmuluk, dan sebagainy



2. Teater Klasik

Teater klasik merupakan jenis teater yang sifatnya sudah mapan. Segala sesuatunya sudah teratur; dengan cerita dan pelaku yang terlatih, dipertunjukkan di gedung-gedung pertunjukan yang memadai, dan cenderung tidak menyatu lagi dari kehidupan rakyatnya. Ceritanya statis namun memiliki daya tarik sebab kepiawaian dalang atau pelaku teater dalam membawakan cerita. Teater klasik lahir dari pusat kerajaan sehingga bersifat feodalistik. Contoh jenis teater klasik adalah wayang orang, wayang kulit, dan wayang golek.
Teater Klasik

3. Teater Transisi

Teater transisi merupakan jenis teater peralihan dari bentuk tradisional ke bentuk modern. Kelompok teater yang masih tergolong kelompok teater tradisional mulai memasukkan unsur-unsur teknik teater Barat ke dalam pertunjukannya, dinamakan teater bangsawan. Teater transisi ditandai dengan adanya cerita yang sudah mulai ditulis, meskipun masih dalam wujud cerita ringkas. Penyajian cerita menggunakan panggung dan dekorasi yang telah diatur, serta mulai memperhitungkan teknik yang mendukung pertunjukan. Selain pengaruh dari teater bangsawan, teater tradisional berkenalan juga dengan teater Barat yang dipentaskan oleh orang-orang Belanda di Indonesia sekitar tahun 1805.

Teater Transisi 
Rombongan pertama teater transisi misalnya Komedie Stamboel di Surabaya pada tahun 1891, yang pementasannya secara teknik telah banyak mengikuti budaya dan teater Barat (Eropa) dengan mempertunjukkan naskah. Pendiri kelompok ini adalah August Mahieu, seorang Indo-Perancis kelahiran Surabaya (1860-1906). Sedang penyedia modal untuk Komedi Stamboel ialah seorang Cina-peranakan bernama Yap Goan Tay dan Cassim, pembantunya. Setelah Komedie Stamboel muncul kelompok sandiwara seperti Sandiwara Dardanella (The Malay Opera Dardanella) yang didirikan Willy Klimanoff alias A. Pedro pada tanggal 21 Juni 1926. Kemudian lahirlah kelompok sandiwara lain, seperti Opera Stambul, Komidi Bangsawan, Indra Bangsawan, Sandiwara Orion, Opera Abdoel Moeloek, Sandiwara Tjahaja Timoer, dan sebagainya.
 
Pada masa teater transisi belum muncul istilah "teater" namun dikenal istilah "sandiwara". Karenanya rombongan teater pada masa itu menggunakan nama sandiwara, sedangkan cerita yang disajikan
dinamakan drama. Sampai pada Zaman Jepang dan permulaan Zaman Kemerdekaan, istilah sandiwara masih sangat populer. Istilah teater bagi masyarakat Indonesia baru dikenal setelah Zaman Kemerdekaan. Setelah kemunculan teater transisi, banyak pengetahuan untuk mengadopsi seni teater Barat dan memadukannya dengan teater tradisional. Seiring dengan perkembangan teater, pada tahun 1930-an sebagai ungkapan ketertekanan kaum intelektual di masa itu karena penindasan pemerintahan Belanda, muncul sastra drama yang pertama kali menggunakan bahasa Indonesia dan disusun dengan model dialog berbentuk sajak yakni Bebasari (artinya kebebasan yang sesungguhnya atau inti kebebasan) karya Rustam Efendi (1926).

Baca Juga:

√ Penjelasan Tari Topeng Malangan Kesenian Tradisional dari Malang, Jawa Timur


Naskah Bebasari merupakan sastra drama yang menjadi pelopor semangat kebangsaan saat itu. Menjelang akhir pendudukan Jepang muncul rombongan sandiwara Penggemar Maya (1944) pimpinan Usmar Ismail dan D. Djajakusuma dengan dukungan Suryo Sumanto, Rosihan Anwar, dan Abu Hanifah beranggota cendekiawan muda, nasionalis, dan para profesional. Kelompok ini berprinsip menegakkan nasionalisme, humanisme, dan agama. Kelak, Penggemar Maya menjadi pemicu berdirinya Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) di Jakarta yang kelak mencetak tokohtokoh terkemuka teater Indonesia.

Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)

Notasi musik adalah sistem penulisan karya musik. Dalam notasi musik, nada dilambangkan oleh not (walaupun kadang istilah nada dan not saling dipertukarkan penggunaannya). Tulisan musik biasa disebut partitur.
Notasi musik standar saat ini adalah notasi balok, yang didasarkan pada paranada dengan lambang untuk tiap nada menunjukkan durasi dan ketinggian nada tersebut. Tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Durasi nada ditunjukkan dalam ketukan.
Terdapat pula bentuk notasi lain, misalnya notasi angka yang juga digunakan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, India, dan Tiongkok.Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam).
Selanjutnya anda bisa membaca artikel yang saya terapkan yaitu Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam) disini.

Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)

1) Notasi Angka
Notasi angka adalah sistem penulisan lagu yang menggunakan simbol angka-angka. Angka-angka yang dipakai adalah sebagai berikut.
 1      2     3      4      5      6     7
do    re    mi    fa    sol    la    si
(0) angka nol sebagai tanda diam atau istirahat
Dalam perkembangannya, notasi angka kurang efektif karena tidak memiliki patokan tinggi nada yang tetap. Notasi angka lebih cocok dipakai dalam pembelajaran vokal (menyanyi).
2) Notasi Balok
Notasi balok adalah simbol atau tanda untuk menyatakan tinggi rendahnya suara yang diwujudkan dengan gambar. Notasi balok disebut juga notasi mutlak karena mempunyai patokan tinggi nada yang tetap (a = 440 Hz) sehingga sangat efektif digunakan dalam bermain musik.
Bagian-bagian notasi balok dibagi menjadi tiga, yaitu bendera, tangkai, dan kepala.

Baca Juga;

Lengkap Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan


Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)
Notasi balok juga dirincikan sebagai berikut.
a) Bentuk, Nama, Harga, dan Nilai-Nilai Nada
Berikut ini bentuk, nama, harga, dan nilai-nilai notasi balok.
Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)
Penulisan notasi balok diletakkan pada tempat not yang disebut garis paranada. Garis paranada terdiri atas lima buah garis sejajar yang sama panjangnya. Jaraknya bernomor dari bawah ke atas, yaitu 1, 2, 3, 4, 5. Selang atau jarak antara dua buah garis notasi disebut spasi.
     
Tempat dan tinggi setiap nada yang terletak pada garis paranada tetap dan tidak dapat diubah-ubah.
––––––––––– Garis ke-5
Spasi ke-4
––––––––––– Garis ke-4
Spasi ke-3
––––––––––– Garis ke-3
Spasi ke-2
––––––––––– Garis ke-2
Spasi ke-1
––––––––––– Garis ke-1
Cara penulisan notasi balok pada garis paranada adalah sebagai berikut.
(1) Bagian kepala notasi miring ke kanan atas.
Contoh:
Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)
(2) Arah tiang tegak lurus dua setengah spasi.
Contoh:
Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)
(3) Notasi di bawah garis ketiga, arah tiang ke atas, dan notasi di atas garis ketiga, arah tiang ke bawah.
Contoh:
Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)
(4) Notasi pada garis ketiga, arah tiang boleh ke bawah atau ke atas.
Contoh:
Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)
(5) Bendera notasi, baik tangkai ke atas maupun ke bawah selalu ke arah kanan dengan panjang kurang lebih dua spasi.
Contoh:
Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)
(6) Beberapa nada dalam satu ketuk benderanya dapat disatukan jika masih dalam satu birama.
Contoh:
Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)
(7) Apabila garis paranada tidak cukup, dapat menambah garis bantu (garis penolong).
Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)
Dalam sebuah lagu, kita sering menjumpai satu atau lebih titik di belakang notasi. Titik di belakang notasi gunanya untuk memperpanjang notasi. Nilai titik adalah setengah dari notasi di depannya.
Di bawah ini adalah nilai titik di belakang notasi.
Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)
 b) Bentuk dan Nilai Tanda Diam
       Tanda diam adalah lambang yang menyatakan berapa lama harus berhenti atau beristirahat. Di bawah ini disajikan bentuk nilai dan letak tanda diam dalam garis paranada.
Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)


Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika)

Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika) - Dalam memainkan sebuah lagu pastinya ada musiknya, musik itu dihasilkan dari beberapa alat musik yang digabungkan dan dimainkan menjadi satu sehingga menjadi sebuah musik yang harmonis dan indah untuk didengarkan. Dalam memainkan alat musik juga tidak boleh asal main tetapi ada aturan-aturannya.
Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang musik, disini saya sudah menyiapkan artikel tentang Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika). Selamat belajar.

1.Pengertian Ansambel

Kata ansambel berasal dari bahasa Prancis (ensamble), yang berarti bersama-sama. Dari kata di atas, musik ansambel diartikan permainan musik secara bersamasama baik menggunakan alat musik sejenis maupun campuran. Menurut bentuk penyajiannya, musik ansambel dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a. Musik Ansambel Sejenis
Musik ansambel sejenis, yaitu bentuk penyajian musik yang menggunakan alat musik sejenis. Contohnya, ansambel tiup. Artinya, semua pemain memainkan alat musik tiup.
b. Musik Ansambel Campuran
Musik ansambel campuran, yaitu bentuk penyajian musik yang menggunakan beberapa jenis alat musik. Alat-alat musik yang digunakan ada beraneka macam. Contohnya, rekorder, pianika, gitar, kastanyet, triangle, tamborin, simbal, dan biola.
 
 
 

2.Contioh alat Musik Ansambel

Alat musik yang sering digunakan dalam ansambel musik sekolah, antara lain rekorder, pianika, gitar, tamborin, triangle, dan kastanyet. Selain alat musik ini terjangkau harganya, juga mudah untuk memainkan lagu-lagu dengan teknik yang sederhana.
a. Alat Musik Rekorder
Dahulu, orang-orang Inggris suka mengajar lagu pada burung-burung dengan suling kecil. Suling itu dinamakan rekorder yang artinya suling yang berkicau seperti burung. Sekarang, perlakukan rekorder dengan lembut dan hati-hati seolah seekor burung kecil.

Jenis rekorder, antara lain kleine sopranino, sopranino, soprano, alto, tenor, bass, gross bass, dan kontra bas. Suara rekorder dapat memikat hati orang karena keindahan suaranya. Dalam mitos Yunani maupun cerita kuno Cina, di negeri Barat maupun Timur.
Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika)
Bagian-bagian alat musik rekorder terlihat hubungan yang erat antara manusia dan rekorder karena keistimewaan suaranya yang diciptakan dari napas manusia.
1. Bagian-Bagian Rekorder
Rekorder yang biasa dimainkan di sekolah adalah recorder soprano dalam kunci C, yang dimainkan secara membujur (vertikal).
Alat musik rekorder soprano dibagi dalam tiga bagian.
a) Bagian kepala sebagai sumber tiupan untuk menimbulkan bunyi.
b) Bagian tubuh/badan.
c) Bagian kaki.
Bagian tubuh dan kaki sebagai sumber nada dan berguna untuk menyelaraskan nada.
2. Cara Menopang Rekorder
Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika)
Nomor yang di lubang nada sama dengan yang di jari.
1. Cobalah menutup lubang nada dengan perut jari, dari urutan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7.
2. Cobalah memastikan posisi lubang nada sambil menyentuhnya dengan perut jari.
3. Melemaskan jari-jari tanpa kaku
3. Posisi Tangan
Sikap badan yang benar serta posisi lengan pada saat meniup seruling
4. Nada dalam Rekorder Sopran
Rekorder sopran sering digunakan siswa dalam praktik musik ansambel. Adapun letak penjariannya dalam tangga nada natural dan kromatis dapat kalian lihat di bawah ini.
Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika)
5. Teknik Memainkan Rekorder
Rekorder sebelum dimainkan sebaiknya distem terlebih dahulu menggunakan garpu tala. Apabila tidak ada garpu tala, bisa digunakan alat musik piano atau organ. Penalaannya dengan cara merenggang atau merapatkan ruas antara kepala dan bagian badan rekorder.
Cara memainkan alat musik rekorder, antara lain sebagai berikut.
a) Letakkan lubang tiupan di antara dua bibir, usahakan jangan terlalu masuk atau ke luar.
b) Tangan kiri memegang bagian badan atas rekorder dengan setiap jari menutup lubang yang diinginkan.
c) Tangan kanan memegang bagian badan bawah rekorder dengan tugas setiap jari menutup lubang yang diinginkan.
d) Posisi rekorder diarahkan ke depan dengan sudut 30– 45 derajat.
e) Posisi badan tegak dan menghadap ke depan.
f) Pernapasan yang digunakan dalam meniup adalah diafragma.
g) Tiupan rekorder dengan ucapan ”tu” ”tu” bukan ”hu” atau ”ku”.
Latihan awal dalam permainan rekorder, dimulai dengan membunyikan bunyi ”tu” yang disesuaikan dengan ritme yang ada.
6. Cara Membersihkan Rekorder
Alat musik rekorder setelah dipakai tentunya kotor dan menghasilkan bau yang tidak enak. Untuk membersihkannya, digunakan air hangat yang tidak terlalu panas. Caranya, lepaskan bagian-bagian rekorder kemudian rendamlah ke dalam air hangat selama 15 menit agar kuman-kumannya mati. Setelah itu, ambillah bagian rekorder satu per satu kemudian keringkan menggunakan kain. Diharapkan rekorder betul-betul dalam keadaan kering. Setelah kering, masukkan ke dalam tempatnya.

b. Memainkan Alat Musik Pianika
Pianika adalah alat musik tiup kecil sejenis harmonika yang memakai bilah-bilah keyboard yang luasnya sekitar tiga oktaf. Pianika dimainkan dengan tiupan langsung atau memakai pipa lentur
yang dihubungkan ke mulut. Pianika tergolong alat musik tiup. Pianika dalam bermain musik dapat
digunakan untuk memainkan melodi pokok, kontra melodi, dan mengiringi lagu.


Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika)
Kegunaan tuts pada alat musik pianika, antara lain sebagai berikut.
1) Tuts putih berfungsi untuk memainkan nadanada pokok atau asli.
2) Tuts hitam berfungsi untuk memainkan nadanada kromatis.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bermain alat musik pianika adalah sebagai berikut.
1) Memainkan dengan lima jari dan setiap jari mempunyai tugas untuk menekan tuts-tuts tertentu.
2) Cara meniup diusahakan halus dan rata.
3) Bentuk tangan kanan, seperti memegang bola sehingga jari bergerak dengan leluasa.
Memainkan alat musik pianika berbeda dengan memainkan alat musik piano. Akan tetapi, pada prinsipnya adalah sama, yaitu untuk menghasilkan nada dengan cara menekan bilah-bilahnya.
Cara memainkan alat musik pianika adalah tangan kiri memegang pianika dan tangan kanan menekan untuk memainkan melodi lagu. Adapun mulut meniup untuk menghasilkan suara.

Artikel Lengkap Kunci Dasar Ukulele Untuk Pemula

Kunci Dasar Ukulele Untuk Pemula – Sebelum memperkenalkan beberapa kunci paling dasar dari ukulele kepada sahabat di rumah kami sajikan sedikit ulasan mengenai salah satu alat musik yang memang persis dan hampir sama dengan gitar ini yang membedaknya secara umum adalah dari sisi ukuran saja.

Dari sejarahnya alat musik ini pertama kali ditemukan di Hawai teman teman sekitar tahun 1879, dimana dari bahasa aslinya Ukulele ini sendiri diartikan dengan kutu loncat dari orang sana. Entahlah sampai di Indonesia sekitar tahun 1880 neh dan tentu juga penggemar Ukulele ini makin hari makin menjamur termasuk bagi mereka yang cinta akan dunia musik gitar. Ok, bagi kalian yang baru pertama kali alias pemula dengan Ukulele maka kami sajikan dibawah ini pembahasan seputar Kunci Dasar Ukulele Untuk Pemula yang harus kalian ketahui tentunya karena inilah yang paling utama kalian pelajari jika ingin bisa bermain alat musik ini.


Kunci dasar Ukulele sendiri terdiri dari beberapa bagian diantaranya kunci mayor A C B  D E F G,
minor dan kunci 7. Ok, langsung saja berikut lengkap kunci kunci dasar ukulele yang bisa kalian baca dan pelajari nanti.


Kunci Dasar Ukulele Untuk Pemula

Kunci Mayor
Pertama
kita akan mulai dengan kunci mayor. kunci ini terdiri dari 7 macam,
yaitu : CDEFGAB (Do Re Mi Fa Sol La Si) diantara 7 chord diatas yang
paling banyak digunakan adalah kunci ACDEF, sedangkan kunci G dan B
sangat jarang dipakai dalam sebuah lagu. Chord yang paling susah adalah
chord/kunci E, padahal kunci ini cukup banyak digunakan di beberapa
lagu, baik lagu barat maupun lagu lokal/Indonesia.
Dibawah ini adalah gambar diagram kunci ukulele :

Gambar kunci ukulele A, B, C, D, E, F, G mayor

Kunci Minor

Selanjutnya
setelah kunci mayor adalah kunci minor. kunci ini juga cukup banyak
digunakan di sebagian lagu. tanpa kunci ini suasana lagu akan terasa
hambar, untuk itu sangat penting untuk mempelajari kunci minor. Kesan
dari kunci minor adalah nada yang tegas, dan terkesan
emosi/marah/bersemangat. Beberapa kunci minor yang
paling banyak digunakan adalah kunci Am, Dm dan Em. Untuk gambar
lengkapnya, silahkan lihat dibawah ini.
Gambar kunci ukulele Am, Bm, Cm, Dm, Em, Fm, G minor


Kunci 7

Mungkin
kunci ini masih dipandang sebelah mata bagi para pecinta ukulele
amatir, tapi sesungguhnya kunci ini juga berperan penting dalam berbagai
permainan ukulele. chord 7 ini mempunyai tingkat kesulitan yang tidak
terlalu tinggi atau bisa dibilang mudah. tapi itu berlaku untuk beberapa
kunci seperti kunci A7 dan C7, berbeda halnya dengan kunci F7. Langsung saja dibawah ini adalah gambar diagram kunci 7 ukulele.
Gambar kunci ukulele A7, B7, C7, D7, E7, F7, G7

 
 
Memang bagi pemula neh kunci dasar Ukulele diatas wajib kalian ketahui dan hafal tentunya. Dan sama saja seperti belajar gitar dimana ketika kalian sudah hafal kuncI dasar maka hal hal yang berbau ,teknik, lick, tablature, scale yang berkaitan erat dengan ukulele akan mudah kalian pelajari di hari hari berikutnya.

Pengertian Birama Jenis Birama 2/4, 3/4, 4/4, 6/8 , Ritme & Melodi

Dalam notasi balok (musik), Birama adalah bagian /segmen dari suatu baris melodi, yang menunjukkan berapa ketukan . Misalnya, birama ¾ maka nada-nada pada setiap ruas birama seharga 3 ketukan yang setiap ketukannya senilai ¼. Pada umumnya suatu birama dibatasi oleh garis birama. Suatu lagu pendek terdiri atas 8 atau 16 birama, sedangkan lagu standar terdiri atas 32 birama.
Musik memiliki beberapa unsur yang mencakup di dalamnya, untuk itulah musik perlu memperhatikan beberapa unsur penting yang harus dipenuhi agar musik yang dihasilkan bisa selaras dan terasan enak ditelinga. salah satunya adalah dengan mengetahui Birama. apa saja kira-kira birama itu ya?
Dalam bahasan seni musik kali ini materi sekolah akan mencoba menjelaskan dengan lengkap mengenai Birama, dari mulai Pengertian dan Jenis Birama 2/4, 3/4, 4/4, 6/8 dan Pengertian Ritme dan Melodi, dengan mengetahui semua unsur tersebut saya berharap anda bisa memahami dalam menyanyi yang baik dan menggunakan cengkok cengkok yang baik dalam nada nada lagu tersebut.
Ok tidak usah lama-lama lagi langsung saja yuk kita bahas Pengertian Birama, Jenis Birama Dan Pengertian Ritme & melodi, silahkan anda bisa baca baik-baik dibawah ini ya;

Pengertian dan jenis Birama, Ritme & Melodi

Pengertian Birama

Dari beberapa sumber yang saya rangkum dapat dijelaskan beberapa Pengertian Birama yaitu ;
  • Pengertian Birama adalah suatu tanda untuk menunjukkan jumlah ketukan dalam satu ruas birama. Satu ruas birama ditunjukkan oleh batas-batas garis vertikal yang disebut garis birama.
  • Pengertian Birama Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Dalam notasi balok (musik), birama adalah bagian /segmen dari suatu baris melodi, yang menunjukkan berapa ketukan dalam bagian tersebut. Misalnya, birama ¾ maka nada-nada pada setiap ruas birama seharga 3 ketukan yang setiap ketukannya senilai ¼. Pada umumnya suatu birama dibatasi oleh garis birama. Suatu lagu pendek terdiri atas 8 atau 16 birama, sedangkan lagu standar terdiri atas 32 birama.
  • Pengertian Ruas Birama adalah ,Petak-petak yang dibatasi garis birama / bisa di artikan juga ruang dalam meletakkan birama ( jarak antara garis birama )
  • Tiap birama dalam musik mempunyai tekanan suara yang teratur yang disebut arsis dan aksen. Arti Arsis adalah birama yang ringan dan Arti Aksen adalah birama yang kuat.
Namun, dalam musik pentatonis penggunaan garis birama jarang ditemui. Dalam tangga nada diatonis, petak-petak yang dibatasi garis birama disebut ruas birama. Tiap birama dalam musik mempunyai tekanan suara yang teratur yang disebut arsis dan aksen. Arsis adalah birama yang ringan. Aksen adalah birama yang kuat.
 
 

Jenis Birama


Jenis Birama terdiri atas beraneka macam, di antaranya birama 2/4, 3/4, 4/4, dan 6/8, untuk lebih jelasnya berikut contoh dan juga ciri-ciri dari tiap jenis birama tersebut;

a. Birama 2/4
jenis-birama-2/4
Birama 2/4 adalah suatu birama yang tiap birama terdiri atas dua ketukan.
Contoh lagu Nusantara yang berbirama 2/4 adalah sebagai berikut.
  • Hari Merdeka (lagu nasional)
  • Cik Cik Periok dari Kalimantan Barat
  • Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan
  • Manuk Dadali dari Jawa Barat
b. Birama 3/4
jenis-birama-3/4
Birama 3/4, artinya tiap birama terdiri atas tiga ketukan.
Contoh lagu Nusantara yang berbirama 3/4 adalah sebagai berikut.
  • Burung Tantina dari Maluku
  • Burung Kakatua dari Maluku
  • Tumpi Wahyu dari Kalimantan Tengah
  • Lisoi dari Tapanuli
c. Birama 4/4
jenis-birama-4/4
Birama 4/4, artinya tiap birama terdiri atas empat ketukan.
Contoh lagu yang berbirama 4/4 adalah sebagai berikut.
  • Bungong Jeumpa dari Aceh
  • Butet dari Tapanuli
  • Injit Injit Semut dari Sumatera Timur
  • Ayam Den Lapeh dari Sumatera Barat
  • Jali-Jali dari Jakarta

d. Birama 6/8
jenis-birama-6/8
Birama 6/8, artinya tiap birama terdiri atas enam ketukan. Lagu yang menggunakan birama ini, contohnya Naik-Naik ke Puncak Gunung dari Maluku.

2.Ritme

Ritme atau irama merupakan aliran ketukan dasar yang teratur mengikuti beberapa variasi gerak melodi. Ritme dapat kita rasakan dengan cara mendengarkan sebuah lagu secara berulang-ulang. Pola irama pada musik
Lagu daerah pada umumnya dinyanyikan tanpa iringan, tetapi ada juga lagu yang memerlukan iringan, misalnya lagu-lagu yang ada hubungannya dengan upacara ritual dan lagu-lagu untuk sendratari.

Baca Juga:

√ Lengkap Cara Memainkan Alat Musik Tifa


3.Melodi

Melodi adalah tinggi rendahnya nada yang disusun dalam suatu frase. Untuk memainkan alat-alat melodi dapat digunakan alat-alat perkusi. Melodi bias disebut sebagai daya tarik musik. Melodi dapat dipelajari dengan mendengar, meragakan, dan berkreativitas.Setiap musik daerah mempunyai melodi yang berbeda sesuai dengan karakter dan laras yang digunakan. Melodi yang baik adalah melodi yang terjangkau dan sesuai dengan karakter vokal atau instrumennya.
sumber ;
  • Buku Terampil bermain musik kelas 7
  • Wikipedia

Tangga Nada (Pengertian, Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) dan Jenis Tangga Nada

Tangga Nada (Pengertian, Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) dan Jenis Tangga Nada-Nada adalah bunyi yang beraturan, dan memiliki frekuensi tunggal tertentu. Dalam teori musik, setiap nada memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan.
Apersepsi selain syair dan nada, sebuah lagu terdiri atas berbagai bagian yang membentuknya. Lagu akan terdengar indah karena berbagai unsur musik yang digabungkan. Adapun, unsur-unsur yang membentuk sebuah lagu salah satunya adalah Tangga Nada. Apakah tanda nada itu? Mau tahu lebih jelasnya silahkan baca artikel tentang Pengertian Tangga Nada (Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) Jenis Tangga Nada. Supaya lebih mengerti dan memahami, selamat belajar.

Pengertian Tangga Nada

Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang. Misalnya, do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Dalam seni musik tangga nada dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada diatonis dan pentatonis, yang masing-masing memiliki pengertian yaitu:

1.Tangga Nada Diatonis
Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang mempunyai dua jarak tangga nada, yaitu satu dan setengah. Nada-nada pada piano dan organ termasuk sistem diatonis. Tangga nada diatonis ada beberapa macam sebagai berikut.

Baca Juga:

√ Lengkap Cara Memainkan Alat Musik Rebab, Siter dan Saron


a) Tangga Nada Diatonis Mayor
Tangga nada mayor adalah tangga nada diatonis yang susunan nada-nadanya berjarak 1–1–1/2–1–1–1–1/2.
Contoh:
Pengertian Tangga Nada (Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) Jenis Tangga Nada
b) Tangga Nada Minor
Tangga nada minor adalah tangga nada diatonis yang susunan nadanadanya berjarak 1–1/2–1–1–1/2–1–1. Tangga nada minor dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

*Tangga Nada Minor Asli Tangga nada minor asli hanya memiliki nada-nada pokok dan belum mendapat nada sisipan. Musik Gregorian merupakan bentuk khas yang menggunakan tangga nada ini. Berikut ini, tangga nada minor asli.

Pengertian Tangga Nada (Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) Jenis Tangga Nada
*Tangga Nada Minor HarmonisTangga nada minor harmonis adalah tangga nada minor yang nada ke tujuhnya dinaikkan setengah laras. Dalam tangga nada ini, deretan naik dan turun tetap sama. Berikut ini, tangga nada minor harmonis.
Pengertian Tangga Nada (Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) Jenis Tangga Nada
*Tangga Nada Minor Melodis
Tangga nada minor melodis adalah tanga nada minor asli yang nada ke-6 dan ke-7 dinaikkan setengah laras. Pada saat turun, nada ke-6 dan ke-7 tersebut diturunkan ½ laras. Berikut ini, tangga nada minor melodis.
Pengertian Tangga Nada (Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) Jenis Tangga Nada
2.Tangga Nada Pentatonis
Tangga Nada Pentatonis adalah jenis tangga nada yang hanya memakai lima nada pokok. Ragam tangga nada pentatonis dibedakan oleh jarak antarnada serta pilihan nada yang didengar. Berdasarkan nadanya, ada tangga nada yang menggunakan pelog dan slendro. Contoh alat musik yang menggunakan tangga nada ini adalah gamelan.

Baca Juga:

√ Lengkap Cara Memainkan Alat Musik Kastanyet

 

Artikel Lengkap Kepanitiaan Tari Dan Tugas-tugas Panitia Tari

Kepanitiaan Tari Dan Tugas-tugas Panitia Tari Dalam setiap event atau pertunjukan, baik berupa pameran maupun pergelaran selalu dibentuk panitia. Seni Teater, Pentas Seni Musik, Maupun Pentas Seni Tari, selalu membutuhkan panitia. Jika anda belum tahu apa pengertian panitia, maka saya bisa memberikan ulasan bahwa pengertian panitia adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah kegiatan yang positif, namun tidak memiliki lembaga.
Artinya tidak memiliki lembaga adalah tidak hidup dibawah lembaga. Oleh karena itu, panitia akan terbentuk ketika akan mengadakan kegiatan, dan selesai mengadakan kegiatan, maka panitia segera dibubarkan dengan agenda Pembubaran Panitia. Berbeda dengan Organisasi. Maka kalau kita telusuri perbedaan Panitia dengan Organisasi adalah terletak pada Lembaga yang menaungi. Misalnya OSIS, adalah sebuah Organisasi karena dibawah lembaga Pendidikan.
Misalnya Fatayat, Muslimat, juga dinamakan organisasi karena berada dibawah naungan Lembaga Nahdlotul Ulama'. Misalnya dalam kegiatan pengajian ada sekelompok orang yang bekerjasama maka ini dinamakan Panitia Pengajian, bukan Organisasi Pengajian. Berbeda lagi dengan Gerombolan, Paguyuban yang tentunya memiliki arti yang berbeda-beda.Namun intinya adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Jadi itulah Kesamaan antara Panitia, Organisasi, Paguyuban, Gerombolan, Jam'iyyah dan lain-lain.
Adapun pembahasan dalam pengertian kepanitiaan yang saya bahas saat ini yaitu Kepanitiaan Tari Dan Tugas-tugas Panitiaan Tari  kini telah tertulis dibawah ini.pahami dalam setiap bacaannya.

Baca Juga:

√ Terlengkap Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara


Kepanitiaan Tari Dan Tugas-tugas Panitia Tari

Adanya kepanitiaan dalam suatu acara merupakan hal yang sangat penting. Suatu kepanitiaan memiliki tugas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pertunjukan tari. Contoh susunan kepanitiaan tari adalah sebagai berikut:
a. Penasihat                       d. Sekretaris
b. Penanggung jawab        e. Bendahara
c. Ketua                             f. Seksi-seksi


   Setiap orang yang terlibat dalam susunan panitia harus mengetahui tugas dan kewajiban yang harus dikerjakan. Berikut ini adalah tugas dan wewenang dari masing-masing panitia. Coba kita cermati uraiannya berikut ini.

A. Penasihat.

 Penasihat adalah orang yang dianggap tertua (senior) dalam kepanitiaan. Biasanya orang yang menjadi penasihat dalam kepanitiaan sekolah adalah kepala sekolah. Penasihat harus memberikan arahan dan motivasi kepada semua panitia, sehingga dalam pelaksanaan pergelaran nanti dapat terlaksana dengan baik. Adapun tugas yang harus dilaksanakan seorang penasihat pertunjukan tari adalah:
1) Menerima laporan yang diajukan oleh panitia.
2) Memberikan evaluasi pada laporan yang dibuat panitia.
3) Memberikan nasihat dan saran mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pertunjukan tari.
4) Bertanggung jawab atas terselenggaranya pertunjukan.

B. Penanggung jawab.

 Penanggung jawab adalah pelaksana harian yang harus selalu mengikuti atau memantau kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh kepanitiaan. Penanggung jawab dapat mewakili penasihat apabila ada hal yang mendesak. Biasanya penanggung jawab adalah wakil kepala sekolah. Penanggung jawab memiliki tugas yang sama dengan tugas penasihat.

C. Ketua

 Ketua adalah penanggung jawab penuh atas terselenggaranya pertunjukan tari yang akan dilaksanakan. Tugas yang harus dilaksanakan ketua panitia adalah:
1)  Membuat proposal atau rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.
2)  Sebagai informan (narasumber) dan menjadi fasilitator (jembatan) komunikasi antara pihak      sekolah dengan panitia.
3)  Memimpin rapat.
4)  Memberikan prakata (sambutan) pada saat pelaksanaan pertunjukan.
5)  Membuat laporan pertanggungjawaban setelah acara selesai dilaksanakan.

D.  Sekretaris
    Sekretaris bertugas mendampingi ketua dan mencatat segala sesuatu yang dibicarakan dalam rapat untuk kepentingan organisasi. Tugas sekretaris pertunjukan tari adalah:

1) Notulen pada saat mengadakan rapat. Sekretaris harus mencatat segala kegiatan dan pembicaraan pada saat rapat sedang berlangsung. Catatan tersebut dibuat pada buku notulen. Notulen dimulai dari susunan acara, pembicaraan, masing-masing acara, sambutan-sambutan, saran dan usul, serta hasil rapat. Dengan demikian, semua pembicaraan pada saat rapat akan terekam pada buku dan sewaktu-waktu dibutuhkan mudah untuk mempelajarinya kembali.

2)Membuat undangan, pamflet, buklet, spanduk, dan sebagainya. Undangan adalah cara mengundang atau memanggil orang yang diperlukan pada sebuah acara, termasuk rapat. Biasanya undangan berisi tentang:
a) Nomor surat
b) Perihal
c) Lampiran
d) Kepada siapa undangan harus diberikan
e) Tempat, tanggal
f) Waktu
g) Acara

E. Bendahara

  Bendahara bertugas menerima dan mengeluarkan uang berdasarkan izin dari ketua. Dalam sebuah kegiatan, peran bendahara sangat penting karena harus mengamankan keuangan. Oleh karena itu, pilihlah orang yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya untuk menjadi bendahara.

F. Seksi-seksi

  Untuk memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan panitia, maka perlu dibentuk seksi-seksi. Setiap seksi memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Seksi-seksi yang perlu dibentuk dalam kepanitian pertunjukan tari, seperti seksi konsumsi, seksi dokumentasi, seksi akomodasi, seksi acara, seksi PPPK, dan seksi keamanan. Mari telaah uraiannya satu persatu.

1) Seksi konsumsi

  Seksi konsumsi bertugas menyiapkan makanan dan minuman yang akan disajikan pada saat acara pertunjukan. Seksi konsumsi harus mengetahui jumlah konsumsi yang harus disiapkan. Dengan mengetahui jumlah konsumsi yang harus disiapkan, maka akan diketahui jumlah anggaran untuk konsumsi. Konsumsi yang disiapkan harus disesuaikan dengan anggaran yang telah ditentukan panitia.
Untuk mengetahui jumlah konsumsi yang harus disiapkan, maka panitia seksi konsumsi harus menghitung jumlah orang.
Contoh:
Undangan = 50 orang
Panitia      = 30 orang
Penari dan pemain musik = 180 orang
Kru           = 20 orang
Lain-lain   = 20 orang
Jumlah  total    = 300 orang
 Misalnya, setiap orang mendapat konsumsi makanan ringan, seperti kue, roti, dan minuman seharga Rp. 2.000,-. Berdasarkan jumlah orang tersebut, maka anggaran yang dibutuhkan adalah 300 × Rp 2.000,- = Rp 600.000,- .

2) Seksi dokumentasi

  Tugas seksi dokumentasi adalah mendokumentasikan acara pertunjukan tari. Dokumentasi dapat berupa foto, video atau film. Dahulu dokumentasi selalu diidentikkan dengan foto. Saat ini sesuai kemajuan bidang teknologi dan elektronik, maka dokumentasi bisa berupa vcd atau film. Adapun yang harus dikerjakan seksi dokumentasi antara lain:
a)  Seksi dokumentasi harus mengetahui susunan acara supaya dapat membagi berapa gambar yang    harus diambil dari masing-masing acara.
b) Menyiapkan peralatan dokumentasi, seperti kamera, kamera video, dan lampu.
c) Mendokumentasikan kegiatan saat acara berlangsung. Seksi dokumentasi harus mencermati situasi acara dan tata letak panggung sehingga dapat mengambil gambar dengan tepat. Selain itu,   seksi dokumentasi harus mengetahui arah gerak pemain di atas panggung, sehingga dapat mengambil (membidik) gerakan yang bagus dan indah.
d) Menyimpan foto dan menatanya dalam bentuk album.
e) Mengedit video dan menyimpannya dalam bentuk vcd atau dvd.
f) Menyerahkan hasil dokumentasi kepada pihak sekolah untuk dijadikan arsip sekolah.
3) Seksi akomodasi
  Tugas seksi akomodasi adalah sebagai penghubung dari panitia untuk mempersiapkan segala sesuatu agar pelaksanaan pergelaran dapat terselenggara dengan baik. Adapun tugas yang harus dikerjakan antara lain:

a) Mengurus perizinan, baik dari pihak sekolah maupun di luar sekolah, seperti ke lingkungan sekitar (RT) dan kepolisian. Perizinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mengadakan suatu pertunjukan. Perizinan diperlukan untuk menjaga segala kemungkinan atau berbagai hal yang tidak diinginkan. Dengan mengajukan perizinan kepada pihak kepolisian, maka akan ada petugas kepolisian untuk pengamanan pada saat pelaksanaan pertunjukan.
b) Mempersiapkan tempat pertunjukan.
c) Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan dalam acara pertunjukan.

4) Seksi acara

  Tugas seksi acara adalah mengkoordinir semua acara yang akan dipergelarkan pertunjukan tari. Oleh karena itu, seksi acara harus memperhatikan seluruh pertunjukan dari urutan pertama sampai akhir. Pada pelaksanaan acara, diharapkan seksi acara selalu mengadakan koordinasi dengan masing-masing peserta yang akan tampil. Perlu diingat pada saat acara berlangsung jangan sampai ada waktu yang terbuang, karena akan digunakan penonton untuk mengevaluasi jalannya pergelaran dan membuat kegaduhan. Untuk itu seksi hiburan harus benar-benar lincah pada waktu pergelaran sedang berlangsung.
 
 

5)  Seksi PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
   Seksi PPPK bertugas untuk memberikan bantuan kepada seluruh yang hadir apabila secara tiba-tiba jatuh sakit. Seksi PPPK harus mempersiapkan obat-obatan, minyak angin, perban, dan antiseptik.

6) Seksi Keamanan
 Seksi keamanan bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar acara berjalan tertib dan lancar. Tugas seksi keamanan, antara lain:
a) Menutup pintu pada saat acara berlangsung agar ketertiban dan keamanan dapat terjaga.
b) Memeriksa undangan.
Itulah tadi bahasan mengenai kepanitiaan dan tugas panitia dalam pertunjukan tari, semoga bermanfaat.

Artikel Lengkap Sejarah Tari Balet Dan Teknik Gaya Balet

Sejarah Tari Balet Dan Teknik Gaya Balet - Balet adalah nama dari salah satu teknik tarian. Karya tari yang dikoreografi menggunakan teknik ini dinamakan balet, dan meliputi: tarian itu sendiri, mime, akting, dan musik (baik musik orkestra ataupun nyanyian). Balet dapat ditampilkan sendiri atau sebagai bagian dari sebuah opera.
Balet terkenal dengan teknik virtuosonya seperti pointe work, grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi. Teknik balet banyak yang mirip dengan teknik anggar, barangkali karena keduanya mulai berkembang dalam periode yang sama, dan juga karena keduanya membutuhkan teknik keseimbangan dan pergerakan yang mirip.
Istilah ballo pertama kali digunakan oleh Domenico da Piacenza (dalam De Arte Saltandi et Choreas Ducendi), sehingga karyanya dikenal sebagai balleti atau balli yang kemudian menjadi ballet. Istilah ballet itu sendiri dicetuskan oleh Balthasar de Beaujoyeulx dalam Ballet Comique de la Royne (1581) yang merupakan ballet comique (drama ballet). Pada tahun yang sama, Fabritio Caroso menerbitkan Il Ballarino, yaitu panduan teknis mengenai menari balet, yang membuat Italia menjadi pusat utama berkembangnya tari balet.
Adapun kali ini membahasan dalamTari Balet Dan Sejarahnya yang saya bahas saat ini yaitu Bagi anda yang belum tau Sejarah Tari Balet Dan Teknik Gaya Balet gak uasah khawatir lagi ini udah saya siapkan dibawah ini. pahami dalam setiap bacaannya.



Sejarah Tari Balet Dan Teknik Gaya Balet

1. Sejarah Tari Balet. 
Tari Balet
  Balet mulai berkembang di Eropa Barat pada zaman Renaissance. Balet merupakan gabungan dari beberapa pertunjukan, seperti seni musik, puisi, dan tarian yang dibentuk menjadi suatu jalinan cerita. Pertunjukan tari Balet diadakan untuk pertama kalinya pada 1581 di Paris. Pertunjukan tersebut
digelar oleh Balthazar de Beaujoyeux, seorang pemain biola dan ahli tari Perancis. Pertunjukan tari Balet dipersembahkan untuk menghibur Ratu Catherine de Medicis. Sejak saat itu, pertunjukan tari Balet mulai ditonton oleh hampir seluruh anggota kerajaan dan bangsawan Eropa.
Seni tari Balet mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Raja Louis XIV (1643-1715). Pertunjukan tari Balet yang digelar di kerajaan pada saat itu diciptakan oleh seorang komposer keturunan Italia dan Perancis, yaitu Jean Baptiste Lully dan komposer asal Perancis, yaitu Pierre Beauchamps.
  Pada 1661, Raja Louis XIV mendirikan sekolah dansa yang diberi nama Academie Royale de Danse. Sejak saat itu, pertunjukan tari Balet di istana kerajaan digelar oleh para profesional yang berasal dari akademi tari tersebut. Pada awalnya, semua penari Balet terdiri atas laki-laki. Pertunjukan Balet pertama mengikutsertakan penari perempuan adalah pertunjukan yang
berjudul The Triumph of Love (1681). Pada akhir abad ke-18, standar teknik Balet menjadi semakin maju. Pada masa itu, Balet menjadi bentuk drama yang serius dan setara dengan opera.
Selain itu, musik Balet menjadi sangat pesat perkembangannya karena peran dari Christopher Gluck.
Pada tahun 1760, Jean Georges Noverre membuat suatu karya Balet yang berjudul Lettres sur la danse et les ballets. Karya tersebut menjadi perintis berkembangnya ballet d'action, di mana penari Balet diharuskan mengekspresikan karakter dan menampilkan narasi cerita. Opera di Perancis didominasi oleh penari laki-laki, seperti Virtuoso Goetan Vestris dan Auguste Vestris. Koreografer dan penari Balet terkenal abad ke-18 antara lain: Anne Heinel, John Weaver, Franz Hilverding, Gasparo Angiolini, dan Jean Georges Noverre.
   Abad ke-19, terjadi perubahan dalam teknik Balet. Marie Taglioni dan Fanny Elssler merintis teknik baru berupa pointe work. Hal tersebut menyebabkan peran penari balet perempuan (ballerina) menjadi sangat penting di atas panggung. Sementara itu, para koreografer Balet mulai memasukkan cerita dalam pertunjukan Balet. Carlo Blasis menyusun hasil standarisasi teknik Balet menjadi teknik dasar yang digunakan hingga saat ini.

2. Teknik dan Gaya Tari Balet.

  Usia yang paling tepat untuk memulai berlatih tari Balet adalah 8- 10 tahun untuk anak perempuan, sedangkan untuk anak laki-laki dapat lebih dari itu. Usia awal berlatih ini harus benar-benar
diperhitungkan karena akan berpengaruh pada kesehatan otot anak. Jika latihan dimulai sebelum usia 8 tahun, dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan otot dikarenakan beban latihan yang berat. Sedangkan jika dimulai pada usia di atas 10 tahun, anak-anak sudah mulai kehilangan kelenturan tubuhnya, sehingga anak tidak akan dapat menjadi seorang balerina yang handal.
Teknik Tari Balet
  Balet dapat ditampilkan dalam pertunjukan tari Balet atau sebagai bagian dari pertunjukan opera. Balet terkenal dengan berbagai teknik, seperti pointe work dan grand pas de deux. Jika diperhatikan, maka teknik Balet memiliki banyak kesamaan dengan teknik anggar.

Baca Juga:

√ Terlengkap Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara


Hal tersebut dikarenakan tari Balet dan anggar mulai berkembang dalam periode yang sama. Selain itu, keduanya membutuhkan teknik keseimbangan dan pergerakan yang mirip. Teknik yang paling mendasar dalam Balet adalah posisi turned out. Posisi turned out menempatkan kedua belah kaki sampai pangkal paha dalam satu garis lurus. Ternyata, gerakan tersebut tidak hanya dipergunakan dalam tari Balet saja, tetapi juga dipergunakan dalam gerakan-gerakan dasar tarian tradisional India.
 Gerakan dasar tari Balet terdiri atas lima bentuk dasar yang mengatur setiap gerakan, baik
untuk gerakan kepala, bahu, tangan, dan kaki. Balerina terkenal di dunia, seperti Ana Pavlova, Margot Fonteyn, Sylvie Guillem, Alessandra Ferri, dan Tamara Rojo. Sedangkan balerina terkenal di
Indonesia, seperti Maya Tamara, Nanny Anastasia Lubis, Sherina Munaf, Adella, dan Aletta.

Macam-Macam Tari Berpasangan Di Indonesia

Macam-Macam Tari Berpasangan Di Indonesia - Tari adalah salah satu jenis gerak selain senam, bela diri, akrobatik, atau pantomime.Sebagai seni, tari memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan seni-seni lain.Seni tari secara umummemiliki aspek-aspek gerak, ritmis, keindahan, dan ekspresi. Selain itu, seni tari memilkiunsur-unsur ruang, tenaga, dan waktu.Ruang berhubungan dengan posisi, tingkatan, dan jangkauan.
Posisi berhubungandengan arah hadap dan arah gerak. Arah hadap, seperti menghadap kedepan, kebelakang,serong kanan, dan serong kiri, arah gerak, contohnya menuju kedepan, kebelakang, memutar,atau zigzag. Tingkatan berhubungan dengan tinggi rendahnya posisi duduk dan level tinggidengan posisi kaki dijinjitkan atau dengan meloncat-loncat,.!angkauan berhubungan dengan gerak yang panjang atau pendek, gerak yang besar atau kecil.Tenaga sangat dibutuhkan dalam seni tari karena dengan tenaga, tari yangditampilkan lebih kreati".
Tenaga dalam seni tari sangat berhubungan dengan rasa dan emosi, bukan dengan kekuatan otot. gerakan tari yang dikendalikan dan diatur dengan tenaga yang berbeda-beda akan membangkitkan kesan yang mendalam, bukan hanya bagi penonton, juga bagi si penari.

Adapun pembahasan untuk kali ini dalam Pengrtian tari berpasangan yang saya bahas saat ini yaitu Macam-Macam Tari Berpasangan Di Indonesia Bagi anda yang belum tau Macam-macam Tari Berpasangan Di Indonesia gak uasah khawatir lagi ini udah saya siapkan dibawah ini. pahami dalam setiap bacaannya.

Baca Juga:

√ Lengkap Cara Memainkan Alat Musik Sampe

Macam-Macam Tari Berpasangan Di Indonesia

Indonesia memiliki keragaman tarian yang terdiri atas tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok. Dapatkah kamu menyebutkan jenis-jenis tari berpasangan dan kelompok nusantara? Cermatilah uraian berikut ini:


1. Tari Saman

 Tari Saman adalah sebuah tarian adat yang biasanya ditampilkan pada perayaan peristiwa-peristiwa adat masyarakat Aceh. Pada masa lalu, tari Saman ditampilkan untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad. Nama tari Saman diambil dari nama salah satu ulama besar Aceh, yaitu Syech Saman. Tari Saman memiliki keunikan karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerak tepuk dada. Selain itu, tari Saman tidak menggunakan iringan alat musik, tetapi hanya menggunakan suara atau nyanyian dari penarinya yang dipadukan dengan tepuk tangan, tepukan dada, dan tepukan pangkal paha.
Lagu-lagu dalam tari Saman terdiri atas:
a. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
b. Dering, yaitu rengum yang diikuti oleh semua penari.
c. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
d. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang, tinggi, dan melengking. Biasanya, lagu tersebut merupakan tanda perubahan gerak.
e. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.
  Penari tari Saman berjumlah 10 orang, yang terdiri atas 8 orang penari dan 2 orang pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Tari Saman dipimpin oleh seorang Syech yang bertugas mengatur berbagai gerak dan menyanyikan syair-syair lagu. Syair lagu dalam tari Saman menggunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Tari Saman merupakan media penyampaian pesan atau dakwah. Oleh karena itu, tari Saman menggambarkan sikap sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan.
Tari Saman harus ditampilkan dengan keseragaman formasi dan ketepatan waktu. Dengan demikian, seorang penari dituntut untuk memiliki konsentrasi tinggi dan latihan yang serius.
2. Tari Piring 

  Tari Piring merupakan tarian yang berasal dari daerah Minangkabau, Sumatra Barat. Tari
Piring melambangkan rasa gembira dan syukur para petani atas hasil tanaman mereka. Pada zaman dahulu, tari Piring dibawakan pada saat panen. Namun saat ini, tari Piring bisanya dibawakan pada saat peristiwaperistiwa penting, seperti acara pernikahan. Penari tari Piring adalah putra dan putri.
Tari Piring dibawakan dalam bentuk tari berpasangan putra dan putri yang terdapat dalam sebuah kelompok.
Tari piring 
 Tari Piring menggambarkan pergaulan muda-mudi yang bercengkrama sambil bekerja di sawah. Mereka mengolah dan mempersiapkan lahan sawah, menyiangi tanaman, serta memanen. Kemudian dilanjutkan dengan memisahkan padi dari batangnya, membersihkan padi, dan menyimpan padi di lumbung (rangkiang). Para penari bergerak sambil membawa piring di tapak tangan. Kadangkala, piring dilontarkan ke udara ataupun dihempas ke tanah dan dipijak oleh para penari.
Tari Piring merupakan tarian gerak cepat. Nuansa yang ditampilkan dalam tari Piring adalah suasana gembira. Tari Piring menggunakan lagu-lagu yang diiringi musik talempong dan saluang. Tari Piring sering ditampilkan dengan berbagai variasi, baik variasi gerakan, jumlah penari, dan busana. (Seni Tari Atang dan Rama)
3. Tari Serampang Dua Belas



Tari Serampang Dua Belas
  Tari Serampang Dua Belas merupakan tari yang terkenal di daerah Melayu, seperti daerah Sumatra Utara (Melayu Deli), Sumatra Barat (ranah Minang), dan Riau (Pekanbaru). Tari Serampang Dua Belas adalah tari pergaulan yang ditarikan dalam bentuk tari berpasangan sejenis atau putra dengan putri. Tari Serampang Dua Belas diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an. Tari Serampang Dua Belas terdiri atas 12 pola gerak, pola edar, dan tata urutan yang didasari oleh gerakan yang ada dalam tari Melayu, seperti tari Mak Inang, tari Ronggeng Melayu, dan tari Zapin.
  Iringan musiknya menggunakan lagu Dua yang temponya dipercepat. Gerakan dalam tari Serampang Dua Belas menitikberatkan pada permainan mata, gerak kaki memutar dan lompatan, ditambah dengan gerak tangan dan tubuh yang gemulai. Penyajian tari Serampang Dua Belas terdiri atas tiga bagian, yaitu Mak Inang, Tanjung Katung, dan Lagu Dua. Masing-masing bagian mempunyai pola irama sendiri-sendiri.
4. Tari Pendet
  Tari Pendet merupakan tari kelompok yang berasal dari Bali. Tari Pendet diciptakan pada awal tahun 70-an oleh I Nyoman Kaler. Pada awalnya, tari Pendet adalah tari pemujaan yang diperagakan di pura. Tari Pendet menggambarkan penyambutan atas turunnya dewa dewi ke alam marcapada.
Tari Pendet/ Tari Bali 
Dengan demikian, tari Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Seiring dengan perkembangan zaman, maka lambat laun para seniman Bali mengubah tari Pendet menjadi tarian penyambutan. Namun, tari tersebut tetap menggunakan unsur sakral dan religius. Tari Pendet ditarikan untuk menyambut kedatangan para tamu. Taburan bunga disebarkan di hadapan para tamu sebagai ucapan selamat datang.
  Gerakan-gerakan dalam tari Pendet sangat sederhana sehingga dapat dibawakan oleh semua orang, baik pria maupun wanita. Oleh karena itu, tari Pendet dapat dijadikan tarian dasar untuk melatih keterampilan awal tari Bali. Tari Pendet menggunakan perlengkapan bokor sebagai wadah untuk membawa taburan bunga.
5. Tari Maengket

  Tari Maengket adalah tarian tradisional rakyat Minahasa. Tari Maengket disebut tari pengucapan syukur kepada Sang Pencipta dan tari pergaulan. Pada zaman dahulu, tari Maengket dimainkan pada saat panen padi dengan gerakangerakan sederhana.
Tari Maengket merupakan tari berpasangan. Penari tari Maengket berjumlah 20 pasang putra dan putri, disertai dengan pemandu tari.
Tari Maengket
Tari Maengket terdiri atas tiga babak, yaitu:
a. Maowey Kamberu, yaitu tarian yang dibawakan pada acara pengucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hasil panen, terutama panen tanaman padi yang berlimpah.
b. Marambak, yaitu tarian dengan semangat kegotong-royongan (mapalus).
 Tarian tersebut menggambarkan rakyat Minahasa yang saling membantu membuat rumah yang baru. Selesai pembangunan rumah, maka diadakan pesta naik rumah baru atau dalam bahasa daerah disebut rumambak yang artinya menguji kekuatan rumah baru. Semua masyarakat di desa tersebut
diundang dalam acara pengucapan syukur.
c. Lalayaan, yaitu tari pergaulan pemuda dan pemudi Minahasa pada zaman dahulu untuk mencari jodoh.
6. Tari Cakalele

  Tari Cakalele merupakan tarian tradisional Maluku. Tari Cakalele disebut juga tari kebesaran, karena digunakan untuk menyambut tamu agung, seperti tokoh agama dan pejabat pemerintah yang berkunjung ke daerah Maluku. Tari Cakalele ditarikan oleh 30 orang penari, baik laki-laki maupun
perempuan. Musik yang mengiringi tari Cakalele adalah musik beduk (tifa), suling, dan kerang besar (bia) yang ditiup. Pakaian atau kostum yang digunakan adalah pakaian khas perang zaman dulu, seperti pakaian bangsa Romawi.
Tari Cakalele 
 Para penari laki-laki mengenakan pakaian perang yang didominasi oleh warna merah dan kuning tua. Di tangan kanan memegang senjata pedang (parang) dan di tangan kiri memegang tameng (salawaku). Penari laki-laki mengenakan topi yang terbuat dari alumunium yang diselipkan bulu ayam berwarna putih. Sedangkan, penari perempuan mengenakan pakaian warna putih dan memegang sapu tangan (lenso) di kedua tangannya.

Baca Juga:

√ Terlengkap Alat Musik Tradisional Jakarta Beserta Gambarnya





Keistimewaan tari Cakalele terdapat pada tiga fungsi simbol, yaitu sebagai berikut:
a. Pakaian berwarna merah yang dikenakan oleh penari laki-laki merupakan simbol sikap cinta tanah air terhadap bumi Maluku dan keberanian orang Maluku dalam menghadapi perang.
b. Pedang pada tangan kanan merupakan simbol harga diri warga Maluku yang harus dipertahankan hingga titik darah penghabisan.
c. Tameng (salawaku) dan teriakan lantang menggelegar pada selingan tarian merupakan simbol gerakan protes terhadap sistem pemerintahan yang dianggap tidak memihak pada masyarakat.