Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika)

Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika) - Dalam memainkan sebuah lagu pastinya ada musiknya, musik itu dihasilkan dari beberapa alat musik yang digabungkan dan dimainkan menjadi satu sehingga menjadi sebuah musik yang harmonis dan indah untuk didengarkan. Dalam memainkan alat musik juga tidak boleh asal main tetapi ada aturan-aturannya.
Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang musik, disini saya sudah menyiapkan artikel tentang Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika). Selamat belajar.

1.Pengertian Ansambel

Kata ansambel berasal dari bahasa Prancis (ensamble), yang berarti bersama-sama. Dari kata di atas, musik ansambel diartikan permainan musik secara bersamasama baik menggunakan alat musik sejenis maupun campuran. Menurut bentuk penyajiannya, musik ansambel dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a. Musik Ansambel Sejenis
Musik ansambel sejenis, yaitu bentuk penyajian musik yang menggunakan alat musik sejenis. Contohnya, ansambel tiup. Artinya, semua pemain memainkan alat musik tiup.
b. Musik Ansambel Campuran
Musik ansambel campuran, yaitu bentuk penyajian musik yang menggunakan beberapa jenis alat musik. Alat-alat musik yang digunakan ada beraneka macam. Contohnya, rekorder, pianika, gitar, kastanyet, triangle, tamborin, simbal, dan biola.
 
 
 

2.Contioh alat Musik Ansambel

Alat musik yang sering digunakan dalam ansambel musik sekolah, antara lain rekorder, pianika, gitar, tamborin, triangle, dan kastanyet. Selain alat musik ini terjangkau harganya, juga mudah untuk memainkan lagu-lagu dengan teknik yang sederhana.
a. Alat Musik Rekorder
Dahulu, orang-orang Inggris suka mengajar lagu pada burung-burung dengan suling kecil. Suling itu dinamakan rekorder yang artinya suling yang berkicau seperti burung. Sekarang, perlakukan rekorder dengan lembut dan hati-hati seolah seekor burung kecil.

Jenis rekorder, antara lain kleine sopranino, sopranino, soprano, alto, tenor, bass, gross bass, dan kontra bas. Suara rekorder dapat memikat hati orang karena keindahan suaranya. Dalam mitos Yunani maupun cerita kuno Cina, di negeri Barat maupun Timur.
Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika)
Bagian-bagian alat musik rekorder terlihat hubungan yang erat antara manusia dan rekorder karena keistimewaan suaranya yang diciptakan dari napas manusia.
1. Bagian-Bagian Rekorder
Rekorder yang biasa dimainkan di sekolah adalah recorder soprano dalam kunci C, yang dimainkan secara membujur (vertikal).
Alat musik rekorder soprano dibagi dalam tiga bagian.
a) Bagian kepala sebagai sumber tiupan untuk menimbulkan bunyi.
b) Bagian tubuh/badan.
c) Bagian kaki.
Bagian tubuh dan kaki sebagai sumber nada dan berguna untuk menyelaraskan nada.
2. Cara Menopang Rekorder
Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika)
Nomor yang di lubang nada sama dengan yang di jari.
1. Cobalah menutup lubang nada dengan perut jari, dari urutan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7.
2. Cobalah memastikan posisi lubang nada sambil menyentuhnya dengan perut jari.
3. Melemaskan jari-jari tanpa kaku
3. Posisi Tangan
Sikap badan yang benar serta posisi lengan pada saat meniup seruling
4. Nada dalam Rekorder Sopran
Rekorder sopran sering digunakan siswa dalam praktik musik ansambel. Adapun letak penjariannya dalam tangga nada natural dan kromatis dapat kalian lihat di bawah ini.
Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika)
5. Teknik Memainkan Rekorder
Rekorder sebelum dimainkan sebaiknya distem terlebih dahulu menggunakan garpu tala. Apabila tidak ada garpu tala, bisa digunakan alat musik piano atau organ. Penalaannya dengan cara merenggang atau merapatkan ruas antara kepala dan bagian badan rekorder.
Cara memainkan alat musik rekorder, antara lain sebagai berikut.
a) Letakkan lubang tiupan di antara dua bibir, usahakan jangan terlalu masuk atau ke luar.
b) Tangan kiri memegang bagian badan atas rekorder dengan setiap jari menutup lubang yang diinginkan.
c) Tangan kanan memegang bagian badan bawah rekorder dengan tugas setiap jari menutup lubang yang diinginkan.
d) Posisi rekorder diarahkan ke depan dengan sudut 30– 45 derajat.
e) Posisi badan tegak dan menghadap ke depan.
f) Pernapasan yang digunakan dalam meniup adalah diafragma.
g) Tiupan rekorder dengan ucapan ”tu” ”tu” bukan ”hu” atau ”ku”.
Latihan awal dalam permainan rekorder, dimulai dengan membunyikan bunyi ”tu” yang disesuaikan dengan ritme yang ada.
6. Cara Membersihkan Rekorder
Alat musik rekorder setelah dipakai tentunya kotor dan menghasilkan bau yang tidak enak. Untuk membersihkannya, digunakan air hangat yang tidak terlalu panas. Caranya, lepaskan bagian-bagian rekorder kemudian rendamlah ke dalam air hangat selama 15 menit agar kuman-kumannya mati. Setelah itu, ambillah bagian rekorder satu per satu kemudian keringkan menggunakan kain. Diharapkan rekorder betul-betul dalam keadaan kering. Setelah kering, masukkan ke dalam tempatnya.

b. Memainkan Alat Musik Pianika
Pianika adalah alat musik tiup kecil sejenis harmonika yang memakai bilah-bilah keyboard yang luasnya sekitar tiga oktaf. Pianika dimainkan dengan tiupan langsung atau memakai pipa lentur
yang dihubungkan ke mulut. Pianika tergolong alat musik tiup. Pianika dalam bermain musik dapat
digunakan untuk memainkan melodi pokok, kontra melodi, dan mengiringi lagu.


Pengertian dan Contoh Musik Ansambel (Cara Memainkan Pianika, Recorder dan Tuts Pianika)
Kegunaan tuts pada alat musik pianika, antara lain sebagai berikut.
1) Tuts putih berfungsi untuk memainkan nadanada pokok atau asli.
2) Tuts hitam berfungsi untuk memainkan nadanada kromatis.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bermain alat musik pianika adalah sebagai berikut.
1) Memainkan dengan lima jari dan setiap jari mempunyai tugas untuk menekan tuts-tuts tertentu.
2) Cara meniup diusahakan halus dan rata.
3) Bentuk tangan kanan, seperti memegang bola sehingga jari bergerak dengan leluasa.
Memainkan alat musik pianika berbeda dengan memainkan alat musik piano. Akan tetapi, pada prinsipnya adalah sama, yaitu untuk menghasilkan nada dengan cara menekan bilah-bilahnya.
Cara memainkan alat musik pianika adalah tangan kiri memegang pianika dan tangan kanan menekan untuk memainkan melodi lagu. Adapun mulut meniup untuk menghasilkan suara.

Artikel Lengkap Kunci Dasar Ukulele Untuk Pemula

Kunci Dasar Ukulele Untuk Pemula – Sebelum memperkenalkan beberapa kunci paling dasar dari ukulele kepada sahabat di rumah kami sajikan sedikit ulasan mengenai salah satu alat musik yang memang persis dan hampir sama dengan gitar ini yang membedaknya secara umum adalah dari sisi ukuran saja.

Dari sejarahnya alat musik ini pertama kali ditemukan di Hawai teman teman sekitar tahun 1879, dimana dari bahasa aslinya Ukulele ini sendiri diartikan dengan kutu loncat dari orang sana. Entahlah sampai di Indonesia sekitar tahun 1880 neh dan tentu juga penggemar Ukulele ini makin hari makin menjamur termasuk bagi mereka yang cinta akan dunia musik gitar. Ok, bagi kalian yang baru pertama kali alias pemula dengan Ukulele maka kami sajikan dibawah ini pembahasan seputar Kunci Dasar Ukulele Untuk Pemula yang harus kalian ketahui tentunya karena inilah yang paling utama kalian pelajari jika ingin bisa bermain alat musik ini.


Kunci dasar Ukulele sendiri terdiri dari beberapa bagian diantaranya kunci mayor A C B  D E F G,
minor dan kunci 7. Ok, langsung saja berikut lengkap kunci kunci dasar ukulele yang bisa kalian baca dan pelajari nanti.


Kunci Dasar Ukulele Untuk Pemula

Kunci Mayor
Pertama
kita akan mulai dengan kunci mayor. kunci ini terdiri dari 7 macam,
yaitu : CDEFGAB (Do Re Mi Fa Sol La Si) diantara 7 chord diatas yang
paling banyak digunakan adalah kunci ACDEF, sedangkan kunci G dan B
sangat jarang dipakai dalam sebuah lagu. Chord yang paling susah adalah
chord/kunci E, padahal kunci ini cukup banyak digunakan di beberapa
lagu, baik lagu barat maupun lagu lokal/Indonesia.
Dibawah ini adalah gambar diagram kunci ukulele :

Gambar kunci ukulele A, B, C, D, E, F, G mayor

Kunci Minor

Selanjutnya
setelah kunci mayor adalah kunci minor. kunci ini juga cukup banyak
digunakan di sebagian lagu. tanpa kunci ini suasana lagu akan terasa
hambar, untuk itu sangat penting untuk mempelajari kunci minor. Kesan
dari kunci minor adalah nada yang tegas, dan terkesan
emosi/marah/bersemangat. Beberapa kunci minor yang
paling banyak digunakan adalah kunci Am, Dm dan Em. Untuk gambar
lengkapnya, silahkan lihat dibawah ini.
Gambar kunci ukulele Am, Bm, Cm, Dm, Em, Fm, G minor


Kunci 7

Mungkin
kunci ini masih dipandang sebelah mata bagi para pecinta ukulele
amatir, tapi sesungguhnya kunci ini juga berperan penting dalam berbagai
permainan ukulele. chord 7 ini mempunyai tingkat kesulitan yang tidak
terlalu tinggi atau bisa dibilang mudah. tapi itu berlaku untuk beberapa
kunci seperti kunci A7 dan C7, berbeda halnya dengan kunci F7. Langsung saja dibawah ini adalah gambar diagram kunci 7 ukulele.
Gambar kunci ukulele A7, B7, C7, D7, E7, F7, G7

 
 
Memang bagi pemula neh kunci dasar Ukulele diatas wajib kalian ketahui dan hafal tentunya. Dan sama saja seperti belajar gitar dimana ketika kalian sudah hafal kuncI dasar maka hal hal yang berbau ,teknik, lick, tablature, scale yang berkaitan erat dengan ukulele akan mudah kalian pelajari di hari hari berikutnya.

Pengertian Birama Jenis Birama 2/4, 3/4, 4/4, 6/8 , Ritme & Melodi

Dalam notasi balok (musik), Birama adalah bagian /segmen dari suatu baris melodi, yang menunjukkan berapa ketukan . Misalnya, birama ¾ maka nada-nada pada setiap ruas birama seharga 3 ketukan yang setiap ketukannya senilai ¼. Pada umumnya suatu birama dibatasi oleh garis birama. Suatu lagu pendek terdiri atas 8 atau 16 birama, sedangkan lagu standar terdiri atas 32 birama.
Musik memiliki beberapa unsur yang mencakup di dalamnya, untuk itulah musik perlu memperhatikan beberapa unsur penting yang harus dipenuhi agar musik yang dihasilkan bisa selaras dan terasan enak ditelinga. salah satunya adalah dengan mengetahui Birama. apa saja kira-kira birama itu ya?
Dalam bahasan seni musik kali ini materi sekolah akan mencoba menjelaskan dengan lengkap mengenai Birama, dari mulai Pengertian dan Jenis Birama 2/4, 3/4, 4/4, 6/8 dan Pengertian Ritme dan Melodi, dengan mengetahui semua unsur tersebut saya berharap anda bisa memahami dalam menyanyi yang baik dan menggunakan cengkok cengkok yang baik dalam nada nada lagu tersebut.
Ok tidak usah lama-lama lagi langsung saja yuk kita bahas Pengertian Birama, Jenis Birama Dan Pengertian Ritme & melodi, silahkan anda bisa baca baik-baik dibawah ini ya;

Pengertian dan jenis Birama, Ritme & Melodi

Pengertian Birama

Dari beberapa sumber yang saya rangkum dapat dijelaskan beberapa Pengertian Birama yaitu ;
  • Pengertian Birama adalah suatu tanda untuk menunjukkan jumlah ketukan dalam satu ruas birama. Satu ruas birama ditunjukkan oleh batas-batas garis vertikal yang disebut garis birama.
  • Pengertian Birama Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Dalam notasi balok (musik), birama adalah bagian /segmen dari suatu baris melodi, yang menunjukkan berapa ketukan dalam bagian tersebut. Misalnya, birama ¾ maka nada-nada pada setiap ruas birama seharga 3 ketukan yang setiap ketukannya senilai ¼. Pada umumnya suatu birama dibatasi oleh garis birama. Suatu lagu pendek terdiri atas 8 atau 16 birama, sedangkan lagu standar terdiri atas 32 birama.
  • Pengertian Ruas Birama adalah ,Petak-petak yang dibatasi garis birama / bisa di artikan juga ruang dalam meletakkan birama ( jarak antara garis birama )
  • Tiap birama dalam musik mempunyai tekanan suara yang teratur yang disebut arsis dan aksen. Arti Arsis adalah birama yang ringan dan Arti Aksen adalah birama yang kuat.
Namun, dalam musik pentatonis penggunaan garis birama jarang ditemui. Dalam tangga nada diatonis, petak-petak yang dibatasi garis birama disebut ruas birama. Tiap birama dalam musik mempunyai tekanan suara yang teratur yang disebut arsis dan aksen. Arsis adalah birama yang ringan. Aksen adalah birama yang kuat.
 
 

Jenis Birama


Jenis Birama terdiri atas beraneka macam, di antaranya birama 2/4, 3/4, 4/4, dan 6/8, untuk lebih jelasnya berikut contoh dan juga ciri-ciri dari tiap jenis birama tersebut;

a. Birama 2/4
jenis-birama-2/4
Birama 2/4 adalah suatu birama yang tiap birama terdiri atas dua ketukan.
Contoh lagu Nusantara yang berbirama 2/4 adalah sebagai berikut.
  • Hari Merdeka (lagu nasional)
  • Cik Cik Periok dari Kalimantan Barat
  • Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan
  • Manuk Dadali dari Jawa Barat
b. Birama 3/4
jenis-birama-3/4
Birama 3/4, artinya tiap birama terdiri atas tiga ketukan.
Contoh lagu Nusantara yang berbirama 3/4 adalah sebagai berikut.
  • Burung Tantina dari Maluku
  • Burung Kakatua dari Maluku
  • Tumpi Wahyu dari Kalimantan Tengah
  • Lisoi dari Tapanuli
c. Birama 4/4
jenis-birama-4/4
Birama 4/4, artinya tiap birama terdiri atas empat ketukan.
Contoh lagu yang berbirama 4/4 adalah sebagai berikut.
  • Bungong Jeumpa dari Aceh
  • Butet dari Tapanuli
  • Injit Injit Semut dari Sumatera Timur
  • Ayam Den Lapeh dari Sumatera Barat
  • Jali-Jali dari Jakarta

d. Birama 6/8
jenis-birama-6/8
Birama 6/8, artinya tiap birama terdiri atas enam ketukan. Lagu yang menggunakan birama ini, contohnya Naik-Naik ke Puncak Gunung dari Maluku.

2.Ritme

Ritme atau irama merupakan aliran ketukan dasar yang teratur mengikuti beberapa variasi gerak melodi. Ritme dapat kita rasakan dengan cara mendengarkan sebuah lagu secara berulang-ulang. Pola irama pada musik
Lagu daerah pada umumnya dinyanyikan tanpa iringan, tetapi ada juga lagu yang memerlukan iringan, misalnya lagu-lagu yang ada hubungannya dengan upacara ritual dan lagu-lagu untuk sendratari.

Baca Juga:

√ Lengkap Cara Memainkan Alat Musik Tifa


3.Melodi

Melodi adalah tinggi rendahnya nada yang disusun dalam suatu frase. Untuk memainkan alat-alat melodi dapat digunakan alat-alat perkusi. Melodi bias disebut sebagai daya tarik musik. Melodi dapat dipelajari dengan mendengar, meragakan, dan berkreativitas.Setiap musik daerah mempunyai melodi yang berbeda sesuai dengan karakter dan laras yang digunakan. Melodi yang baik adalah melodi yang terjangkau dan sesuai dengan karakter vokal atau instrumennya.
sumber ;
  • Buku Terampil bermain musik kelas 7
  • Wikipedia

Tangga Nada (Pengertian, Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) dan Jenis Tangga Nada

Tangga Nada (Pengertian, Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) dan Jenis Tangga Nada-Nada adalah bunyi yang beraturan, dan memiliki frekuensi tunggal tertentu. Dalam teori musik, setiap nada memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan.
Apersepsi selain syair dan nada, sebuah lagu terdiri atas berbagai bagian yang membentuknya. Lagu akan terdengar indah karena berbagai unsur musik yang digabungkan. Adapun, unsur-unsur yang membentuk sebuah lagu salah satunya adalah Tangga Nada. Apakah tanda nada itu? Mau tahu lebih jelasnya silahkan baca artikel tentang Pengertian Tangga Nada (Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) Jenis Tangga Nada. Supaya lebih mengerti dan memahami, selamat belajar.

Pengertian Tangga Nada

Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang. Misalnya, do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Dalam seni musik tangga nada dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada diatonis dan pentatonis, yang masing-masing memiliki pengertian yaitu:

1.Tangga Nada Diatonis
Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang mempunyai dua jarak tangga nada, yaitu satu dan setengah. Nada-nada pada piano dan organ termasuk sistem diatonis. Tangga nada diatonis ada beberapa macam sebagai berikut.

Baca Juga:

√ Lengkap Cara Memainkan Alat Musik Rebab, Siter dan Saron


a) Tangga Nada Diatonis Mayor
Tangga nada mayor adalah tangga nada diatonis yang susunan nada-nadanya berjarak 1–1–1/2–1–1–1–1/2.
Contoh:
Pengertian Tangga Nada (Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) Jenis Tangga Nada
b) Tangga Nada Minor
Tangga nada minor adalah tangga nada diatonis yang susunan nadanadanya berjarak 1–1/2–1–1–1/2–1–1. Tangga nada minor dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

*Tangga Nada Minor Asli Tangga nada minor asli hanya memiliki nada-nada pokok dan belum mendapat nada sisipan. Musik Gregorian merupakan bentuk khas yang menggunakan tangga nada ini. Berikut ini, tangga nada minor asli.

Pengertian Tangga Nada (Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) Jenis Tangga Nada
*Tangga Nada Minor HarmonisTangga nada minor harmonis adalah tangga nada minor yang nada ke tujuhnya dinaikkan setengah laras. Dalam tangga nada ini, deretan naik dan turun tetap sama. Berikut ini, tangga nada minor harmonis.
Pengertian Tangga Nada (Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) Jenis Tangga Nada
*Tangga Nada Minor Melodis
Tangga nada minor melodis adalah tanga nada minor asli yang nada ke-6 dan ke-7 dinaikkan setengah laras. Pada saat turun, nada ke-6 dan ke-7 tersebut diturunkan ½ laras. Berikut ini, tangga nada minor melodis.
Pengertian Tangga Nada (Tangga Nada Mayor & Minor, Diatonis & Pentatonis) Jenis Tangga Nada
2.Tangga Nada Pentatonis
Tangga Nada Pentatonis adalah jenis tangga nada yang hanya memakai lima nada pokok. Ragam tangga nada pentatonis dibedakan oleh jarak antarnada serta pilihan nada yang didengar. Berdasarkan nadanya, ada tangga nada yang menggunakan pelog dan slendro. Contoh alat musik yang menggunakan tangga nada ini adalah gamelan.

Baca Juga:

√ Lengkap Cara Memainkan Alat Musik Kastanyet

 

Artikel Lengkap Kepanitiaan Tari Dan Tugas-tugas Panitia Tari

Kepanitiaan Tari Dan Tugas-tugas Panitia Tari Dalam setiap event atau pertunjukan, baik berupa pameran maupun pergelaran selalu dibentuk panitia. Seni Teater, Pentas Seni Musik, Maupun Pentas Seni Tari, selalu membutuhkan panitia. Jika anda belum tahu apa pengertian panitia, maka saya bisa memberikan ulasan bahwa pengertian panitia adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah kegiatan yang positif, namun tidak memiliki lembaga.
Artinya tidak memiliki lembaga adalah tidak hidup dibawah lembaga. Oleh karena itu, panitia akan terbentuk ketika akan mengadakan kegiatan, dan selesai mengadakan kegiatan, maka panitia segera dibubarkan dengan agenda Pembubaran Panitia. Berbeda dengan Organisasi. Maka kalau kita telusuri perbedaan Panitia dengan Organisasi adalah terletak pada Lembaga yang menaungi. Misalnya OSIS, adalah sebuah Organisasi karena dibawah lembaga Pendidikan.
Misalnya Fatayat, Muslimat, juga dinamakan organisasi karena berada dibawah naungan Lembaga Nahdlotul Ulama'. Misalnya dalam kegiatan pengajian ada sekelompok orang yang bekerjasama maka ini dinamakan Panitia Pengajian, bukan Organisasi Pengajian. Berbeda lagi dengan Gerombolan, Paguyuban yang tentunya memiliki arti yang berbeda-beda.Namun intinya adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Jadi itulah Kesamaan antara Panitia, Organisasi, Paguyuban, Gerombolan, Jam'iyyah dan lain-lain.
Adapun pembahasan dalam pengertian kepanitiaan yang saya bahas saat ini yaitu Kepanitiaan Tari Dan Tugas-tugas Panitiaan Tari  kini telah tertulis dibawah ini.pahami dalam setiap bacaannya.

Baca Juga:

√ Terlengkap Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara


Kepanitiaan Tari Dan Tugas-tugas Panitia Tari

Adanya kepanitiaan dalam suatu acara merupakan hal yang sangat penting. Suatu kepanitiaan memiliki tugas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pertunjukan tari. Contoh susunan kepanitiaan tari adalah sebagai berikut:
a. Penasihat                       d. Sekretaris
b. Penanggung jawab        e. Bendahara
c. Ketua                             f. Seksi-seksi


   Setiap orang yang terlibat dalam susunan panitia harus mengetahui tugas dan kewajiban yang harus dikerjakan. Berikut ini adalah tugas dan wewenang dari masing-masing panitia. Coba kita cermati uraiannya berikut ini.

A. Penasihat.

 Penasihat adalah orang yang dianggap tertua (senior) dalam kepanitiaan. Biasanya orang yang menjadi penasihat dalam kepanitiaan sekolah adalah kepala sekolah. Penasihat harus memberikan arahan dan motivasi kepada semua panitia, sehingga dalam pelaksanaan pergelaran nanti dapat terlaksana dengan baik. Adapun tugas yang harus dilaksanakan seorang penasihat pertunjukan tari adalah:
1) Menerima laporan yang diajukan oleh panitia.
2) Memberikan evaluasi pada laporan yang dibuat panitia.
3) Memberikan nasihat dan saran mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pertunjukan tari.
4) Bertanggung jawab atas terselenggaranya pertunjukan.

B. Penanggung jawab.

 Penanggung jawab adalah pelaksana harian yang harus selalu mengikuti atau memantau kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh kepanitiaan. Penanggung jawab dapat mewakili penasihat apabila ada hal yang mendesak. Biasanya penanggung jawab adalah wakil kepala sekolah. Penanggung jawab memiliki tugas yang sama dengan tugas penasihat.

C. Ketua

 Ketua adalah penanggung jawab penuh atas terselenggaranya pertunjukan tari yang akan dilaksanakan. Tugas yang harus dilaksanakan ketua panitia adalah:
1)  Membuat proposal atau rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.
2)  Sebagai informan (narasumber) dan menjadi fasilitator (jembatan) komunikasi antara pihak      sekolah dengan panitia.
3)  Memimpin rapat.
4)  Memberikan prakata (sambutan) pada saat pelaksanaan pertunjukan.
5)  Membuat laporan pertanggungjawaban setelah acara selesai dilaksanakan.

D.  Sekretaris
    Sekretaris bertugas mendampingi ketua dan mencatat segala sesuatu yang dibicarakan dalam rapat untuk kepentingan organisasi. Tugas sekretaris pertunjukan tari adalah:

1) Notulen pada saat mengadakan rapat. Sekretaris harus mencatat segala kegiatan dan pembicaraan pada saat rapat sedang berlangsung. Catatan tersebut dibuat pada buku notulen. Notulen dimulai dari susunan acara, pembicaraan, masing-masing acara, sambutan-sambutan, saran dan usul, serta hasil rapat. Dengan demikian, semua pembicaraan pada saat rapat akan terekam pada buku dan sewaktu-waktu dibutuhkan mudah untuk mempelajarinya kembali.

2)Membuat undangan, pamflet, buklet, spanduk, dan sebagainya. Undangan adalah cara mengundang atau memanggil orang yang diperlukan pada sebuah acara, termasuk rapat. Biasanya undangan berisi tentang:
a) Nomor surat
b) Perihal
c) Lampiran
d) Kepada siapa undangan harus diberikan
e) Tempat, tanggal
f) Waktu
g) Acara

E. Bendahara

  Bendahara bertugas menerima dan mengeluarkan uang berdasarkan izin dari ketua. Dalam sebuah kegiatan, peran bendahara sangat penting karena harus mengamankan keuangan. Oleh karena itu, pilihlah orang yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya untuk menjadi bendahara.

F. Seksi-seksi

  Untuk memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan panitia, maka perlu dibentuk seksi-seksi. Setiap seksi memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Seksi-seksi yang perlu dibentuk dalam kepanitian pertunjukan tari, seperti seksi konsumsi, seksi dokumentasi, seksi akomodasi, seksi acara, seksi PPPK, dan seksi keamanan. Mari telaah uraiannya satu persatu.

1) Seksi konsumsi

  Seksi konsumsi bertugas menyiapkan makanan dan minuman yang akan disajikan pada saat acara pertunjukan. Seksi konsumsi harus mengetahui jumlah konsumsi yang harus disiapkan. Dengan mengetahui jumlah konsumsi yang harus disiapkan, maka akan diketahui jumlah anggaran untuk konsumsi. Konsumsi yang disiapkan harus disesuaikan dengan anggaran yang telah ditentukan panitia.
Untuk mengetahui jumlah konsumsi yang harus disiapkan, maka panitia seksi konsumsi harus menghitung jumlah orang.
Contoh:
Undangan = 50 orang
Panitia      = 30 orang
Penari dan pemain musik = 180 orang
Kru           = 20 orang
Lain-lain   = 20 orang
Jumlah  total    = 300 orang
 Misalnya, setiap orang mendapat konsumsi makanan ringan, seperti kue, roti, dan minuman seharga Rp. 2.000,-. Berdasarkan jumlah orang tersebut, maka anggaran yang dibutuhkan adalah 300 × Rp 2.000,- = Rp 600.000,- .

2) Seksi dokumentasi

  Tugas seksi dokumentasi adalah mendokumentasikan acara pertunjukan tari. Dokumentasi dapat berupa foto, video atau film. Dahulu dokumentasi selalu diidentikkan dengan foto. Saat ini sesuai kemajuan bidang teknologi dan elektronik, maka dokumentasi bisa berupa vcd atau film. Adapun yang harus dikerjakan seksi dokumentasi antara lain:
a)  Seksi dokumentasi harus mengetahui susunan acara supaya dapat membagi berapa gambar yang    harus diambil dari masing-masing acara.
b) Menyiapkan peralatan dokumentasi, seperti kamera, kamera video, dan lampu.
c) Mendokumentasikan kegiatan saat acara berlangsung. Seksi dokumentasi harus mencermati situasi acara dan tata letak panggung sehingga dapat mengambil gambar dengan tepat. Selain itu,   seksi dokumentasi harus mengetahui arah gerak pemain di atas panggung, sehingga dapat mengambil (membidik) gerakan yang bagus dan indah.
d) Menyimpan foto dan menatanya dalam bentuk album.
e) Mengedit video dan menyimpannya dalam bentuk vcd atau dvd.
f) Menyerahkan hasil dokumentasi kepada pihak sekolah untuk dijadikan arsip sekolah.
3) Seksi akomodasi
  Tugas seksi akomodasi adalah sebagai penghubung dari panitia untuk mempersiapkan segala sesuatu agar pelaksanaan pergelaran dapat terselenggara dengan baik. Adapun tugas yang harus dikerjakan antara lain:

a) Mengurus perizinan, baik dari pihak sekolah maupun di luar sekolah, seperti ke lingkungan sekitar (RT) dan kepolisian. Perizinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mengadakan suatu pertunjukan. Perizinan diperlukan untuk menjaga segala kemungkinan atau berbagai hal yang tidak diinginkan. Dengan mengajukan perizinan kepada pihak kepolisian, maka akan ada petugas kepolisian untuk pengamanan pada saat pelaksanaan pertunjukan.
b) Mempersiapkan tempat pertunjukan.
c) Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan dalam acara pertunjukan.

4) Seksi acara

  Tugas seksi acara adalah mengkoordinir semua acara yang akan dipergelarkan pertunjukan tari. Oleh karena itu, seksi acara harus memperhatikan seluruh pertunjukan dari urutan pertama sampai akhir. Pada pelaksanaan acara, diharapkan seksi acara selalu mengadakan koordinasi dengan masing-masing peserta yang akan tampil. Perlu diingat pada saat acara berlangsung jangan sampai ada waktu yang terbuang, karena akan digunakan penonton untuk mengevaluasi jalannya pergelaran dan membuat kegaduhan. Untuk itu seksi hiburan harus benar-benar lincah pada waktu pergelaran sedang berlangsung.
 
 

5)  Seksi PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
   Seksi PPPK bertugas untuk memberikan bantuan kepada seluruh yang hadir apabila secara tiba-tiba jatuh sakit. Seksi PPPK harus mempersiapkan obat-obatan, minyak angin, perban, dan antiseptik.

6) Seksi Keamanan
 Seksi keamanan bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar acara berjalan tertib dan lancar. Tugas seksi keamanan, antara lain:
a) Menutup pintu pada saat acara berlangsung agar ketertiban dan keamanan dapat terjaga.
b) Memeriksa undangan.
Itulah tadi bahasan mengenai kepanitiaan dan tugas panitia dalam pertunjukan tari, semoga bermanfaat.

Artikel Lengkap Sejarah Tari Balet Dan Teknik Gaya Balet

Sejarah Tari Balet Dan Teknik Gaya Balet - Balet adalah nama dari salah satu teknik tarian. Karya tari yang dikoreografi menggunakan teknik ini dinamakan balet, dan meliputi: tarian itu sendiri, mime, akting, dan musik (baik musik orkestra ataupun nyanyian). Balet dapat ditampilkan sendiri atau sebagai bagian dari sebuah opera.
Balet terkenal dengan teknik virtuosonya seperti pointe work, grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi. Teknik balet banyak yang mirip dengan teknik anggar, barangkali karena keduanya mulai berkembang dalam periode yang sama, dan juga karena keduanya membutuhkan teknik keseimbangan dan pergerakan yang mirip.
Istilah ballo pertama kali digunakan oleh Domenico da Piacenza (dalam De Arte Saltandi et Choreas Ducendi), sehingga karyanya dikenal sebagai balleti atau balli yang kemudian menjadi ballet. Istilah ballet itu sendiri dicetuskan oleh Balthasar de Beaujoyeulx dalam Ballet Comique de la Royne (1581) yang merupakan ballet comique (drama ballet). Pada tahun yang sama, Fabritio Caroso menerbitkan Il Ballarino, yaitu panduan teknis mengenai menari balet, yang membuat Italia menjadi pusat utama berkembangnya tari balet.
Adapun kali ini membahasan dalamTari Balet Dan Sejarahnya yang saya bahas saat ini yaitu Bagi anda yang belum tau Sejarah Tari Balet Dan Teknik Gaya Balet gak uasah khawatir lagi ini udah saya siapkan dibawah ini. pahami dalam setiap bacaannya.



Sejarah Tari Balet Dan Teknik Gaya Balet

1. Sejarah Tari Balet. 
Tari Balet
  Balet mulai berkembang di Eropa Barat pada zaman Renaissance. Balet merupakan gabungan dari beberapa pertunjukan, seperti seni musik, puisi, dan tarian yang dibentuk menjadi suatu jalinan cerita. Pertunjukan tari Balet diadakan untuk pertama kalinya pada 1581 di Paris. Pertunjukan tersebut
digelar oleh Balthazar de Beaujoyeux, seorang pemain biola dan ahli tari Perancis. Pertunjukan tari Balet dipersembahkan untuk menghibur Ratu Catherine de Medicis. Sejak saat itu, pertunjukan tari Balet mulai ditonton oleh hampir seluruh anggota kerajaan dan bangsawan Eropa.
Seni tari Balet mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Raja Louis XIV (1643-1715). Pertunjukan tari Balet yang digelar di kerajaan pada saat itu diciptakan oleh seorang komposer keturunan Italia dan Perancis, yaitu Jean Baptiste Lully dan komposer asal Perancis, yaitu Pierre Beauchamps.
  Pada 1661, Raja Louis XIV mendirikan sekolah dansa yang diberi nama Academie Royale de Danse. Sejak saat itu, pertunjukan tari Balet di istana kerajaan digelar oleh para profesional yang berasal dari akademi tari tersebut. Pada awalnya, semua penari Balet terdiri atas laki-laki. Pertunjukan Balet pertama mengikutsertakan penari perempuan adalah pertunjukan yang
berjudul The Triumph of Love (1681). Pada akhir abad ke-18, standar teknik Balet menjadi semakin maju. Pada masa itu, Balet menjadi bentuk drama yang serius dan setara dengan opera.
Selain itu, musik Balet menjadi sangat pesat perkembangannya karena peran dari Christopher Gluck.
Pada tahun 1760, Jean Georges Noverre membuat suatu karya Balet yang berjudul Lettres sur la danse et les ballets. Karya tersebut menjadi perintis berkembangnya ballet d'action, di mana penari Balet diharuskan mengekspresikan karakter dan menampilkan narasi cerita. Opera di Perancis didominasi oleh penari laki-laki, seperti Virtuoso Goetan Vestris dan Auguste Vestris. Koreografer dan penari Balet terkenal abad ke-18 antara lain: Anne Heinel, John Weaver, Franz Hilverding, Gasparo Angiolini, dan Jean Georges Noverre.
   Abad ke-19, terjadi perubahan dalam teknik Balet. Marie Taglioni dan Fanny Elssler merintis teknik baru berupa pointe work. Hal tersebut menyebabkan peran penari balet perempuan (ballerina) menjadi sangat penting di atas panggung. Sementara itu, para koreografer Balet mulai memasukkan cerita dalam pertunjukan Balet. Carlo Blasis menyusun hasil standarisasi teknik Balet menjadi teknik dasar yang digunakan hingga saat ini.

2. Teknik dan Gaya Tari Balet.

  Usia yang paling tepat untuk memulai berlatih tari Balet adalah 8- 10 tahun untuk anak perempuan, sedangkan untuk anak laki-laki dapat lebih dari itu. Usia awal berlatih ini harus benar-benar
diperhitungkan karena akan berpengaruh pada kesehatan otot anak. Jika latihan dimulai sebelum usia 8 tahun, dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan otot dikarenakan beban latihan yang berat. Sedangkan jika dimulai pada usia di atas 10 tahun, anak-anak sudah mulai kehilangan kelenturan tubuhnya, sehingga anak tidak akan dapat menjadi seorang balerina yang handal.
Teknik Tari Balet
  Balet dapat ditampilkan dalam pertunjukan tari Balet atau sebagai bagian dari pertunjukan opera. Balet terkenal dengan berbagai teknik, seperti pointe work dan grand pas de deux. Jika diperhatikan, maka teknik Balet memiliki banyak kesamaan dengan teknik anggar.

Baca Juga:

√ Terlengkap Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara


Hal tersebut dikarenakan tari Balet dan anggar mulai berkembang dalam periode yang sama. Selain itu, keduanya membutuhkan teknik keseimbangan dan pergerakan yang mirip. Teknik yang paling mendasar dalam Balet adalah posisi turned out. Posisi turned out menempatkan kedua belah kaki sampai pangkal paha dalam satu garis lurus. Ternyata, gerakan tersebut tidak hanya dipergunakan dalam tari Balet saja, tetapi juga dipergunakan dalam gerakan-gerakan dasar tarian tradisional India.
 Gerakan dasar tari Balet terdiri atas lima bentuk dasar yang mengatur setiap gerakan, baik
untuk gerakan kepala, bahu, tangan, dan kaki. Balerina terkenal di dunia, seperti Ana Pavlova, Margot Fonteyn, Sylvie Guillem, Alessandra Ferri, dan Tamara Rojo. Sedangkan balerina terkenal di
Indonesia, seperti Maya Tamara, Nanny Anastasia Lubis, Sherina Munaf, Adella, dan Aletta.

Macam-Macam Tari Berpasangan Di Indonesia

Macam-Macam Tari Berpasangan Di Indonesia - Tari adalah salah satu jenis gerak selain senam, bela diri, akrobatik, atau pantomime.Sebagai seni, tari memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan seni-seni lain.Seni tari secara umummemiliki aspek-aspek gerak, ritmis, keindahan, dan ekspresi. Selain itu, seni tari memilkiunsur-unsur ruang, tenaga, dan waktu.Ruang berhubungan dengan posisi, tingkatan, dan jangkauan.
Posisi berhubungandengan arah hadap dan arah gerak. Arah hadap, seperti menghadap kedepan, kebelakang,serong kanan, dan serong kiri, arah gerak, contohnya menuju kedepan, kebelakang, memutar,atau zigzag. Tingkatan berhubungan dengan tinggi rendahnya posisi duduk dan level tinggidengan posisi kaki dijinjitkan atau dengan meloncat-loncat,.!angkauan berhubungan dengan gerak yang panjang atau pendek, gerak yang besar atau kecil.Tenaga sangat dibutuhkan dalam seni tari karena dengan tenaga, tari yangditampilkan lebih kreati".
Tenaga dalam seni tari sangat berhubungan dengan rasa dan emosi, bukan dengan kekuatan otot. gerakan tari yang dikendalikan dan diatur dengan tenaga yang berbeda-beda akan membangkitkan kesan yang mendalam, bukan hanya bagi penonton, juga bagi si penari.

Adapun pembahasan untuk kali ini dalam Pengrtian tari berpasangan yang saya bahas saat ini yaitu Macam-Macam Tari Berpasangan Di Indonesia Bagi anda yang belum tau Macam-macam Tari Berpasangan Di Indonesia gak uasah khawatir lagi ini udah saya siapkan dibawah ini. pahami dalam setiap bacaannya.

Baca Juga:

√ Lengkap Cara Memainkan Alat Musik Sampe

Macam-Macam Tari Berpasangan Di Indonesia

Indonesia memiliki keragaman tarian yang terdiri atas tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok. Dapatkah kamu menyebutkan jenis-jenis tari berpasangan dan kelompok nusantara? Cermatilah uraian berikut ini:


1. Tari Saman

 Tari Saman adalah sebuah tarian adat yang biasanya ditampilkan pada perayaan peristiwa-peristiwa adat masyarakat Aceh. Pada masa lalu, tari Saman ditampilkan untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad. Nama tari Saman diambil dari nama salah satu ulama besar Aceh, yaitu Syech Saman. Tari Saman memiliki keunikan karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerak tepuk dada. Selain itu, tari Saman tidak menggunakan iringan alat musik, tetapi hanya menggunakan suara atau nyanyian dari penarinya yang dipadukan dengan tepuk tangan, tepukan dada, dan tepukan pangkal paha.
Lagu-lagu dalam tari Saman terdiri atas:
a. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
b. Dering, yaitu rengum yang diikuti oleh semua penari.
c. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
d. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang, tinggi, dan melengking. Biasanya, lagu tersebut merupakan tanda perubahan gerak.
e. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.
  Penari tari Saman berjumlah 10 orang, yang terdiri atas 8 orang penari dan 2 orang pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Tari Saman dipimpin oleh seorang Syech yang bertugas mengatur berbagai gerak dan menyanyikan syair-syair lagu. Syair lagu dalam tari Saman menggunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Tari Saman merupakan media penyampaian pesan atau dakwah. Oleh karena itu, tari Saman menggambarkan sikap sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan.
Tari Saman harus ditampilkan dengan keseragaman formasi dan ketepatan waktu. Dengan demikian, seorang penari dituntut untuk memiliki konsentrasi tinggi dan latihan yang serius.
2. Tari Piring 

  Tari Piring merupakan tarian yang berasal dari daerah Minangkabau, Sumatra Barat. Tari
Piring melambangkan rasa gembira dan syukur para petani atas hasil tanaman mereka. Pada zaman dahulu, tari Piring dibawakan pada saat panen. Namun saat ini, tari Piring bisanya dibawakan pada saat peristiwaperistiwa penting, seperti acara pernikahan. Penari tari Piring adalah putra dan putri.
Tari Piring dibawakan dalam bentuk tari berpasangan putra dan putri yang terdapat dalam sebuah kelompok.
Tari piring 
 Tari Piring menggambarkan pergaulan muda-mudi yang bercengkrama sambil bekerja di sawah. Mereka mengolah dan mempersiapkan lahan sawah, menyiangi tanaman, serta memanen. Kemudian dilanjutkan dengan memisahkan padi dari batangnya, membersihkan padi, dan menyimpan padi di lumbung (rangkiang). Para penari bergerak sambil membawa piring di tapak tangan. Kadangkala, piring dilontarkan ke udara ataupun dihempas ke tanah dan dipijak oleh para penari.
Tari Piring merupakan tarian gerak cepat. Nuansa yang ditampilkan dalam tari Piring adalah suasana gembira. Tari Piring menggunakan lagu-lagu yang diiringi musik talempong dan saluang. Tari Piring sering ditampilkan dengan berbagai variasi, baik variasi gerakan, jumlah penari, dan busana. (Seni Tari Atang dan Rama)
3. Tari Serampang Dua Belas



Tari Serampang Dua Belas
  Tari Serampang Dua Belas merupakan tari yang terkenal di daerah Melayu, seperti daerah Sumatra Utara (Melayu Deli), Sumatra Barat (ranah Minang), dan Riau (Pekanbaru). Tari Serampang Dua Belas adalah tari pergaulan yang ditarikan dalam bentuk tari berpasangan sejenis atau putra dengan putri. Tari Serampang Dua Belas diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an. Tari Serampang Dua Belas terdiri atas 12 pola gerak, pola edar, dan tata urutan yang didasari oleh gerakan yang ada dalam tari Melayu, seperti tari Mak Inang, tari Ronggeng Melayu, dan tari Zapin.
  Iringan musiknya menggunakan lagu Dua yang temponya dipercepat. Gerakan dalam tari Serampang Dua Belas menitikberatkan pada permainan mata, gerak kaki memutar dan lompatan, ditambah dengan gerak tangan dan tubuh yang gemulai. Penyajian tari Serampang Dua Belas terdiri atas tiga bagian, yaitu Mak Inang, Tanjung Katung, dan Lagu Dua. Masing-masing bagian mempunyai pola irama sendiri-sendiri.
4. Tari Pendet
  Tari Pendet merupakan tari kelompok yang berasal dari Bali. Tari Pendet diciptakan pada awal tahun 70-an oleh I Nyoman Kaler. Pada awalnya, tari Pendet adalah tari pemujaan yang diperagakan di pura. Tari Pendet menggambarkan penyambutan atas turunnya dewa dewi ke alam marcapada.
Tari Pendet/ Tari Bali 
Dengan demikian, tari Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Seiring dengan perkembangan zaman, maka lambat laun para seniman Bali mengubah tari Pendet menjadi tarian penyambutan. Namun, tari tersebut tetap menggunakan unsur sakral dan religius. Tari Pendet ditarikan untuk menyambut kedatangan para tamu. Taburan bunga disebarkan di hadapan para tamu sebagai ucapan selamat datang.
  Gerakan-gerakan dalam tari Pendet sangat sederhana sehingga dapat dibawakan oleh semua orang, baik pria maupun wanita. Oleh karena itu, tari Pendet dapat dijadikan tarian dasar untuk melatih keterampilan awal tari Bali. Tari Pendet menggunakan perlengkapan bokor sebagai wadah untuk membawa taburan bunga.
5. Tari Maengket

  Tari Maengket adalah tarian tradisional rakyat Minahasa. Tari Maengket disebut tari pengucapan syukur kepada Sang Pencipta dan tari pergaulan. Pada zaman dahulu, tari Maengket dimainkan pada saat panen padi dengan gerakangerakan sederhana.
Tari Maengket merupakan tari berpasangan. Penari tari Maengket berjumlah 20 pasang putra dan putri, disertai dengan pemandu tari.
Tari Maengket
Tari Maengket terdiri atas tiga babak, yaitu:
a. Maowey Kamberu, yaitu tarian yang dibawakan pada acara pengucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hasil panen, terutama panen tanaman padi yang berlimpah.
b. Marambak, yaitu tarian dengan semangat kegotong-royongan (mapalus).
 Tarian tersebut menggambarkan rakyat Minahasa yang saling membantu membuat rumah yang baru. Selesai pembangunan rumah, maka diadakan pesta naik rumah baru atau dalam bahasa daerah disebut rumambak yang artinya menguji kekuatan rumah baru. Semua masyarakat di desa tersebut
diundang dalam acara pengucapan syukur.
c. Lalayaan, yaitu tari pergaulan pemuda dan pemudi Minahasa pada zaman dahulu untuk mencari jodoh.
6. Tari Cakalele

  Tari Cakalele merupakan tarian tradisional Maluku. Tari Cakalele disebut juga tari kebesaran, karena digunakan untuk menyambut tamu agung, seperti tokoh agama dan pejabat pemerintah yang berkunjung ke daerah Maluku. Tari Cakalele ditarikan oleh 30 orang penari, baik laki-laki maupun
perempuan. Musik yang mengiringi tari Cakalele adalah musik beduk (tifa), suling, dan kerang besar (bia) yang ditiup. Pakaian atau kostum yang digunakan adalah pakaian khas perang zaman dulu, seperti pakaian bangsa Romawi.
Tari Cakalele 
 Para penari laki-laki mengenakan pakaian perang yang didominasi oleh warna merah dan kuning tua. Di tangan kanan memegang senjata pedang (parang) dan di tangan kiri memegang tameng (salawaku). Penari laki-laki mengenakan topi yang terbuat dari alumunium yang diselipkan bulu ayam berwarna putih. Sedangkan, penari perempuan mengenakan pakaian warna putih dan memegang sapu tangan (lenso) di kedua tangannya.

Baca Juga:

√ Terlengkap Alat Musik Tradisional Jakarta Beserta Gambarnya





Keistimewaan tari Cakalele terdapat pada tiga fungsi simbol, yaitu sebagai berikut:
a. Pakaian berwarna merah yang dikenakan oleh penari laki-laki merupakan simbol sikap cinta tanah air terhadap bumi Maluku dan keberanian orang Maluku dalam menghadapi perang.
b. Pedang pada tangan kanan merupakan simbol harga diri warga Maluku yang harus dipertahankan hingga titik darah penghabisan.
c. Tameng (salawaku) dan teriakan lantang menggelegar pada selingan tarian merupakan simbol gerakan protes terhadap sistem pemerintahan yang dianggap tidak memihak pada masyarakat.

Pengertian Tari Reog Dan Tari Jayengrana Beserta Gerakannya

Tari Reog Dan Tari Jayengrana - Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.
Tari Wayang yaitu salah satu kelompok atau genre tari yang latar belakangnya dari cerita wayang. Tari ini tumbuh mekar di wilayah Jawa Barat, dan menjadi salah satu tarian tradisional Jawa Barat.
Adapun pembahasan dalam Pengrtian Kesenian Reog yang saya bahas saat ini yaitu Tari Reog Dan Tari Jayengrana Bagi anda yang belum tau? gak uasah khawatir lagi ini udah saya siapkan dibawah ini. pahami dalam setiap bacaannya.

Baca Juga:

√ Lengkap Alat Musik Tradisional Bangka Belitung Beserta Gambarnya


Tari Reog Dan Tari Jayengrana


A. Tari Reog

 Tari Reog merupakan salah satu bentuk seni tari yang terdapat di Jawa Timur. Ponorogo dianggap sebagai asal dari tari Reog sehingga tarian ini dikenal dengan sebutan tari Reog Ponorogo. Tarian ini berfungsi sebagai tari pertunjukkan. Tarian ini mempertunjukkan kemampuan seorang pembarong dalam mengangkat topeng berbentuk kepala harimau dengan mahkota yang terbuat dari bulu-bulu burung merak menggunakan giginya.
 Topeng ini disebut dadak merak dan memiliki berat sekitar 50-60 kg serta tinggi 2 meter. Kemampuan untuk membawa topeng ini, selain diperoleh melalui latihan yang berat juga diperoleh dengan latihan spiritual seperti berpuasa dan bertapa. Bahkan ada pendapat yang menyatakan bahwa seorang pembarong menggunakan susuk di lehernya untuk menambah kekuatan saat membawa topeng.
 Tarian Reog Ponorogo diiringi oleh beragam alat musik seperti kendang, angklung, kenong, gong, dan selompret. Iringan musik tersebut bernada pelog dan salendro sehingga memunculkan atmosfer unik, mistis, dan eksotis. Tarian ini sering dipertunjukkan dalam beragam kegiatan masyarakat, misalnya acara pernikahan, upacara bersih desa, atau acara nasional saat memperingati proklamasi kemerdekaan selain berperan sebagai alat hiburan, Reog Ponorogo juga beperan
simbolik yang bersifat mistis. Ada bagian masayarakat yang percaya bahwa pertunjukkan Reog dapat berfungsi menolak bala atau sial.
 Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan budaya yang sangat dijaga oleh masyarakat Ponorogo. Hal ini karena Reog Ponorogo merupakan hasil kreasi masyarakat Ponorogo yang terbentuk dari adanya aliran kepercayaan yang diturunkan secara turun temurun. Untuk melakukan tarian ini, pembarong harus mengikuti syarat-syarat yang tidak mudah. Orang awam tidak akan
dapat melakukannya jika ia tidak memiliki garis keturunan dari pembarong sebelumnya. (seni tari Alien Wiratunnisa)

B. Tari Jayengrana

 Jayengrana adalah julukan dari Amir Hamzah yang terdapat dalam cerita berjudul Wong Agung Menak Jayengrana yang merupakan hasil karya sastra Islam. Kisah ini menceritakan tokoh Amir Hamzah pada saat menyebarkan agama Islam ke berbagai daerah yang dikuasai kerajaan-kerajaan tertentu. Ketika ia menyebarkan agama Islam di wilayah kerajaan Kanjun, Amir Hamzah harus berperang karena penguasa setempat menentang apa yang dilakukan oleh Amir Hamzah.
Kesenian reog 
Jayengrana berasal dari kata jaya ing rana. Jaya bermakna menang, ing bermakna dalam, dan rana bermakna perang. Dengan demikian, tari Jayengrana merupakan tarian yang bertemakan peperangan yang di dalamnya terdapat perwatakan tokoh yang bangga dan gembira karena telah memenangkan peperangan. Tari tunggal ini menggunakan satu macam gending sebagai unsur wiramanya, dengan lagu saliwet tumenggungan yang berpola irama sedang.

Baca Juga:

√ Lengkap Cara Memainkan Alat Musik Sampe


 Dari segi riasnya yang paling menonjol, yaitu pada garis-garis wajah. Di antaranya, titik tengah kening terlukis pasung, alis masekon, jembang mecut, kumis satria, dan bibir bagian bawah terlukis cedo satria. Adapun dari segi busana, tokoh Amir Hamzah ini dilengkapi dengan geulang kaki, celana sontog, sinjang dodot satria, benten melingkar di pinggang, soder payun, soder pengker, dan keris terselip di pinggang. Di antara soder payun teruntai tali uncal, di bawah dan di atasnya terdapat hiasan boro atau tutup rasa, serta di sisi-sisinya terdapat hiasan anak boro atau samir.

Sejarah Kesenian Tari Di Indonesia Lengkap

Sejarah Kesenian Tari Di Indonesia - Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia, dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi.
Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri; Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah.
Untuk keperluan penggolongan, seni tari di Indonesia dapat digolongkan ke dalam berbagai kategori. Dalam kategori sejarah, seni tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era: era kesukuan prasejarah, era Hindu-Buddha, dan era Islam.
Berdasarkan pelindung dan pendukungnya, dapat terbagi dalam dua kelompok, tari keraton (tari istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam dua kelompok; tari tradisional dan tari kontemporer.
Adapun pembahasan dalam Pengertian Sejarah Tari yang saya bahas saat ini yaitu Sejarah Kesenian Tari Di Indonesia Bagi anda yang belum tau Macam-macam motif Tenun Di Indonesia gak uasah khawatir lagi ini udah saya siapkan dibawah ini. pahami dalam setiap bacaannya

Baca Juga;

√ Lengkap Alat Musik Tradisional Lampung Beserta Gambarnya


Sejarah Kesenian Tari Di Indonesia

 Sejarah menunjukkan bahwa bangsa-­bangsa dari India, Arab, Cina, dan Barat (dataran Eropa) berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya seni budaya, khususnya seni tari nusantara di Indonesia. Sentuhan dan ide kreatif para seniman bangsa ini sangat berpengaruh terhadap budaya bangsa lain sehingga tidak lagi terlihat ciri budaya asingnya.
Dewi Shinta pada Sendratari Ramayana. Perhatikan sikap jemari
tangannya. Sikap tangan seperti inimerupakan pengaruh dari India.
 Sikap jemari tangan ngruji, nyempurit, dan ngiting pada Tari nusantara dari Jawa (gaya Yogyakarta dan Solo) merupakan pengaruh sikap tangan paham India. Ketiganya mengandung arti yang berbeda pada kitab seni Tari India, yaitu Natya Sastra karya Baratha Muni.
 Pengaruh ini sejalan dengan proses perkembangan budaya menjadi larut dalam kultur masyarakat setempat. Sebagai contoh kecil, pembauran dan larutnya kultur antar bangsa yang berbeda pada seni tari tradisional, terdapat pada bentuk gerak tari yang satu sama lain menyerupai, tetapi dengan nama yang berbeda. Pada tari gaya Yogyakarta, gerak seperti ngruji yang dipakai untuk bentuk gerak tangan yang juga dipakai untuk salah satu gerak tari Bali. Bentuk gerak yang sama dipakai istilah ngruyung untuk gaya Solo, dan di Sunda digunakan istilah nanggre.
  Istilah mudra pataka atau ngruji, atau ngruyung pada ajaran India yang bersumber dari Natya Sastra, mengandung arti sebagai berikut:
­hutan
­sungai atau laut
­kuda
­waktu malam
­bulan purnama
­hari hujan
­sinar matahari
­bulan atau tahun
  Pada umumnya, pemakaian sikap tangan mudra ini mengutamakan segi estetisnya dibanding ekspresi secara simbolis. Dengan kata lain, meskipun bentuk gerak sama dengan simbol ajaran Hindu di India, gerakan yang dilakukan tidak mengandung arti tertentu. Gerakan dipakai dan ditempatkan dalam koreograf dengan alasan hanya karena bentuknya yang dinilai indah.
  Setelah tari nusantara melewati fase feodalisme, kondisi sosial ekonomi di Indonesia membaik, perkembangan seni tari tradisional mendapat tempat yang ‘membaik’ pula. Masyarakat tidak lagi ragu untuk berkreativitas menuangkan ide dan karya yang inovatif, setelah selama ini dibelenggu oleh status sosial yang menganggap bahwa pribumi (inlander) bodoh. Sebelumnya, tari hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan dan para pejabat kolonial, sebagai sebuah hiburan yang memuaskan mereka. Pada saat bangsa terlepas dari kolonialisme, dunia seni tari tradisional merebak bak jamur di musim semi, setiap daerah memiliki sanggar sanggar tari yang dipenuhi para peminat.
   Berpuluh­-puluh bahkan beratus­-ratus tarian nusantara di setiap daerah dipelajari, diperkenalkan, dan masuk ke kalangan pejabat sebagai hiburan atau tari persembahan. Hal ini menimbulkan gairah bagi para koreografer untuk semakin menambah kekayaan seni tari Indonesia. Mereka menyelenggarakan festival­festival tari daerah, juga kursus tari bagi semua kalangan
Tarian berkembang karena efek sosial dan psikologis. Tari Kebyar
Duduk (tari tunggal dari Bali)salah satu contohnya.
Kesenian tari indonesia
  
 
Tarian nusantara yang berkembang karena efek sosial dan psikologis, menempatkan tari menjadi sebuah media ungkapan jiwa yang dapat memberikan profit, juga media kritik, media reflksitas hidup masyarakat, media ungkap bagi jiwa yang memiliki kebebasan hidup. Hal ini menciptakan tarian yang pada saat itu dikenal dengan sebutan tari kreasi baru, mengembangkan tari  tradisional menjadi lebih modern pada masa itu dengan sentuhan koreograf yang tetap berakar pada tari tradisi. Misalnya, tari tunggal/kelompok dari Bali pada Tari Kebyar Duduk; tari berpasangan dari Melayu Sumatra, yaitu Tari Serampang Dua Belas; tari kelompok dari Aceh, yaitu Tari Saman.

Artikel Fungsi Tari Sebagai Upacara, Hiburan, Pertunjukan

Setiap karya seni tari yang diciptakan mempunyai fungsi yang berbeda. Oleh karena itu, jenis karya tari juga dapat dikelompokkan menurut fungsinya.Peranan karya tari dalam konteks budaya masyarakat tidak lepas dari fungsi tari itu sendiri dalam masyarakat. Jika fungsi tari dalam masyarakat tertentu sebagai tari upacara, secara tidak langsung tari di situ berperan sebagai sarana upacara.
Tari upacara merupakan karya tari yang berfungsi sebagai sarana upacara. Tari hiburan merupakan karya tari yang berfungsi sebagai sarana hiburan. Adapun Tari pertunjukan merupakan karya tari yang berfungsi sebagai sarana pertunjukan.
Inilah sekilas  materi yang dapat saya jelaskan mengenai Materi Fungsi Tari Sebagai Upacara, Hiburan, Pertunjukan agar dapat membantu anda dalam menyelasaikan tugas pelajaran.


Fungsi Tari Sebagai Upacara, Hiburan, Pertunjukan

Berdasarkan fungsinya, karya tari dibagi menjadi tiga jenis, yaitu tari upacara, tari hiburan (social dance), dan tari pertunjukan.
1. Fungsi Tari sebagai Sarana Upacara Agama dan Upacara Adat
Tari-tarian upacara berfungsi sebagai sarana upacara agama atau upacara adat yang dilakukan
oleh masyarakat. Tari-tarian tersebut sangat berperan dalam rangkaian upacara yang diadakan. Salah satu contohnya adalah tari Pendet yang berasal dari Bali.

 Baca Juga:

√ Lengkap Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat Beserta Gambarnya


Fungsi Tari Sebagai Upacara, Hiburan, Pertunjukan
Tari Pendet sering ditarikan oleh gadis-gadis Bali di pura pada saat upacara keagamaan. Para penari
membawa bokor berisi bunga sebagai simbol sesaji yang dipersembahkan untuk para dewa. Contoh
lainnya adalah tari Gantar yang berasal dari Kalimantan. Tari Gantar disajikan pada saat upacara
adat selamatan yang ditujukan kepada Dewi Sri. Dalam upacara ini, masyarakat berdoa agar hasil panen melimpah.
2. Fungsi Tari sebagai Sarana Hiburan atau Pergaulan
Tari-tarian yang berperan sebagai sarana hiburan disebut tari hiburan. Tari hiburan disebut
juga social dance. Tari ini disajikan dengan tujuan untuk menghibur para penonton. Tema
tari biasanya berupa ungkapan rasa gembira. Penonton pun kadang-kadang ikut menari.
Contoh tari hiburan, yaitu tari Tayub dari Jawa Tengah.
Fungsi Tari Sebagai Upacara, Hiburan, Pertunjukan
Tari Tayub ditarikan oleh para penari wanita yang dinamakan ledek dan para penari laki-laki yang dinamakan pengibing. Tari Tayub merupakan tari hiburan yang biasanya dipertunjukkan pada acara sehabis panen. Tari ini termasuk tari hiburan karena di dalamnya terjadi perbauran antara penari wanita dan penari laki-laki. Penontonnya pun diajak menari oleh para penarinya. Contoh lain taritarian yang berfungsi sebagai sarana hiburan, yaitu tari Giring-Giring dari Kalimantan, tari Serampang Duabelas dari Sumatera, dan tari Maengket dari Sulawesi. (seni tari Ari Subekti)

3. Fungsi Tarian sebagai Media Pertunjukan
Tari yang berfungsi sebagai media pertunjukan disebut tari pertunjukan. Tari pertunjukan membuat manusia dapat menikmati keindahan-keindahan yang diungkapkan melalui gerak tubuh. Hal itu karena tari pertunjukan benar-benar dipersiapkan sebelum dipertunjukkan di depan orang lain.
Gerak tari benar-benar diolah secara matang. Kesesuaian unsur-unsur pendukung tari dengan tema tarinya juga sangat diperhatikan.
 
 
contoh tari pertunjukan adalah sendratari Ramayana di Yogyakarta.
Fungsi Tari Sebagai Upacara, Hiburan, Pertunjukan
Sendratari Ramayana dipertunjukkan untuk menarik wisatawan agar datang ke Yogyakarta. Pertunjukan sendratari Ramayana dapat dijumpai di panggung tertutup ataupun terbuka, misalnya, di candi Prambanan. Selain itu, dapat dijumpai di hotel-hotel atau rumah makan yang ada di daerah Yogyakarta.