Dongeng si Kancil dan Kuda Lomba Lari

Dongeng si Kancil dan Kuda Lomba Lari - Semenjak si kancil dapat lolos dari jebakan yang di buat oleh manusia, nama si kancil semakin di kenal. Bukan hanya di kawasan Alas Purwa saja, tapi namanya mulai di kenal hingga kawasan luar hutan Alas Purwa.
Tentu saja, hal tersebut tak lepas dari peranan King Kong si raja kera yang menepati janjinya untuk menyebarkan kisah kehebatan si kancil ini. Di tambah lagi kisah lolosnya si kancil dari hadangang King Loreng si Raja hutan yang tak sengaja ada si tikus yang melihat kejadian itu. Bukan hanya lolos, bahkan si kancil dengan beraninya mampu mematahkan satu gigi taring si raja harimau itu. Dan kisah ini juga mulai tersebar oleh si tikus, sehingga nama si kancil menjadi perbincangan dan menjadi buah bibir seluruh hewan penghuni hutan. 

Baca Juga:

√ Cerita Rakyat | Asal Mula Danau Losung (Sumatera Utara)


Tentu saja hal tersebut memancing perhatian "hewan kalangan atas" yang merasa kuat. Umumnya hewan level ini memiliki kelebihan yang di akui dan susah di tandingi. Salah satunya adalah kuda yang bernama Kundalini. Seekor kuda jantan yang gagah dan berbulu hitam mengkilat sangat di kenal sebagai kuda tercepat. Kecepatan yang di milikinya bahkan tak mampu di kalahkan oleh singa dan harimau sekalipun. Hingga dengan kecepatan yang dia miliki, dia dapat lolos dari para pemangsa yang mengancamnya.
Di dorong oleh rasa penasaranya, ahirnya di pergi ke wilayah Alas Purwa untuk mencari si Kancil. Sepertinya dia ingin membuktikan sendiri tentang kabar angin cerita kehebatan si kancil yang cerdik itu. Setelah bertanya pada beberapa hewan, ahirnya Kuda Kundalini dapat menemui si Kancil yang waktu itu sedang makan di padang rumput. 

"Hai bocah, apakah benar nama mu Kancil?". Tanya kuda Kundalini.
"Benar, kamu siapa? Ada perlu apa mencari ku?". Tanya kancil penasaran.
Kuda Kundalini hanya diam, dia memandang si kancil dengan penuh selidik seakan mencari sesuatu. Lalu sesaat kemudian dia tertawa..
"Hahaha.. pasti semua kabar yang ku dengar tentang mu itu bohong, hanya cerita fiktif yang di lebih-lebihkan". Kata Kuda Kundalini.
"Hah? Apa maksud mu?". Tanya si Kancil masih belum mengerti.
"Jika ku perhatikan, kau tak memiliki kelebihan apa-apa. Badan mu tidak gagah, malah bisa di bilang kecil, mungil, dan kerdil. Jadi tak mungkin kau mampu lolos dari King Loreng si Raja Harimau dengan tubuh lemah mu". Kata Kuda Kundalini setengah mengejek. 

Lalu kuda Kundalini melanjutkan pembicaraanya..
"Kau juga tak memiliki taring dan kuku yang tajam, jadi bagaimana mungkin kau mampu lolor dari tangkapan para manusia. Itu hanya pasti cerita bohong yang sengaja di buat dan di lebih-lebihkan. Hahaha.. Dasar pembohong yang payah kau.. ". Kata Kuda Kundalini.
Setelah mendengar penjelasan dari si kuda, ahirnya si kancil mulai mengerti apa maksud si kuda.
"Kuda yang sombong ini rupanya harus di beri pelajaran". Kata Kancil dalam hati.
"Hai kuda dungu, aku tahu apa maksud mu datang kemari. Kau hanya ingin pamer kekuatan mu dan mengejek orang dengan sesuka hati mu. Tapi percaya atau tidak, semua cerita si kancil yang kau dengar itu benar adanya. Bahkan aku dapat mengalahkan mu dengan mudah". Kata si kancil dengan lantang.
Mendengar perkataan si kancil, si kuda menjadi emosi dan merasa terhina. Sifat angkuhnya telah membakar amarah dalam hatinya. Lalu, kuda pun berkata..
"Baik kalau begitu, buktikan ucapan mu. Kita lomba lari, dan kita buktikan siapa yang tercepat di antara kita". Kata si Kuda. 

"Baik, siapa takut? Dimana kita akan lomba lari?". Tanya kancil.
"Hahaha.. Terserah kau saja. Pilihlah tempat sesuka mu. Karena ku yakin kau pasti akan kalah. Karena tak ada medan yang tak bisa ku tembus dengan kecepatan ku". Kata Kuda dengan sombongnya.
"Baik kalau begitu, kita akan berlomba menaiki bukit di pinggir hutan ini. Kita akan melalui hutan kecil di bawah bukit, dan siapa yang tiba lebih dulu di atas bukit adalah pemenangnya". Kata si kancil. Dan Kuda pun menyanggupinya.
Ahirnya, kancil dan kuda lomba lari. Kancil dan Kuda saling adu cepat dan mengerahkan segenap kemampuan masing-masing. Dengan penuh percaya diri, si Kuda berpacu dengan segenap tenaganya. Dia yakin, dia akan memenangkan lomba ini. Tapi ternyata medan yang di tempuh di luar perkiraanya. Banyanya semak dan akar belukar menghambat lajunya hingga dia harus berusaha keras melewatinya. Tubuh besarnya membuat semua itu lebih sulit. 

Di lain pihak, si Kancil banyak di untungkan. Dengan tubuhnya yang kecil dan lincah membuatnya dengan mudah melewati semak dan menerobos akar belukar. Ahirnya, si kancil tiba di atas bukit lebih dulu. Dan memenangkan lomba lari antara kancil dan kuda itu. Dan si Kuda ahirnya mengakui kekalahanya. Dan percaya bahwa semua cerita tentang kancil cerdik yang di dengarnya itu benar. Dengan mengalahkan si kuda, nama kancil semakin di kenal. Kisah akan kehebatan si kancil mulai menyebar dan menjadi perbincangan hangat. Dan tentu saja, nama kancil yang mulai terkenal itu juga sampai pada rival lamanya. King Loreng si Raja Harimau, sedang menunggu waktu dan kesempatan untuk menuntaskan masalah lamanya dengan si kancil.

Baca Juga:

√ Cerita Rakyat | Asal Mula Danau Toba (Sumatera Utara)


TAMAT
Nah para pembaca sekalian, dari kisah di atas dapat kita petik banyak hikmah. Di antaranya adalah.. jangan merendahkan kemampuan seseorang hanya dari bentuk fisiknya. Karena fisik tak mampu menentukan tingkat kemampuan dan kelebihan yang di miliki. Belajar saling menghormati dan tenggang rasa, karena tiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.